Tampilkan postingan dengan label TANAMAN ISTIMEWA GANJA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TANAMAN ISTIMEWA GANJA. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 April 2013

Manfaat Tanaman Ganja yang Belum Tergali




Seiring dengan peringatan hari ganja sedunia pada tanggal 7 Mei, terdengar pula suara yang muncul yang mendukung untuk dilakukan legalisasi ganja. Hal ini tentunya menjadi kontroversi di kalangan masyarakat. Selama ini masyarakat mengetahui ganja sebagai salah satu jenis narkotika dan tentu penggunaannya dilarang. Wacana legalisasi penggunaan ganja ini dikeluarkan dengan alasan tidak adanya penelitian terhadap dampak buruk dari ganja yang valid. Mereka pun berdalih bahwa ternyata di balik reputasi negatif ganja ini sebenarnya terdapat banyak manfaat yang belum tergali. Ganja selama ini hanya dikenal karena penyalahgunaannya (abuse) saja. Ganja selama ini lekat dengan nilai negatif karena tidak ada upaya untuk mengembangkan ke arah positif. Padahal jika dimanfaatkan dan dikelola dengan baik, potensi ganja dengan berbagai kebaikannya pun dapat dinikmati.


Manfaat Serat Ganja

Tumbuhan ganja telah dikenal manusia sejak lama dan digunakan sebagai bahan pembuat kantung karena serat yang dihasilkannya kuat. Bahkan serat tanaman ganja pernah dipakai untuk tali pengikat kapal perang angkatan laut Amerika Serikat pada Perang Dunia II. Tentunya setelah diolah terlebih dahulu, setelah diberi sedikit sentuhan teknologi, keunggulannya dapat melebihi kekuatan serat baja dan halus seratnya mampu mengalahkan halus serat kapas.

Secara umum serat tanaman ini dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu serat halus dan serat kasar. Serat halus dari tanaman yang biasa di sebut marijuana ini dapat dijadikan bahan alternatif untuk pembuatan kertas sehingga dapat mengurangi penebangan hutan secara liar untuk mendapatkan bahan baku kertas. Selain itu serat tanaman ini juga dapat dijadikan produk tekstil untuk bahan baku pakaian, tas dan produk tekstil lainnya. Sementara serat kasar dapat digunakan untuk bahan membuat tali dan denim, juga dapat menjadi salah satu alternatif untuk campuran komponen material yang membutuhkan serat seperti fiberglass.

Ganja sebagai Energi Alternatif


Biji ganja juga dapat digunakan sebagai energi alternatif karena biji ganja dapat dimanfaatkan untuk sumber minyak, baik langsung maupun secara tidak langsung setelah melalui proses pirolisis untuk menjadikannya batu bara, metana atau methanol. Selain itu, minyak dari biji ganja ini memiliki kelebihan tersendiri dibandingkan minyak bumi karena minyak yang dihasilkan bersih dari unsur logam dan belerang, yang berarti pula bahwa pengolahan dan penggunaan minyak biji ganja ini lebih ramah lingkungan dan bebas dari polusi. Selain dapat digunakan untuk energi alternatif, biji ganja juga bergizi tinggi, dengan kandungan protein yang lebih tinggi dari kedelai sehingga dapat menjadikannya alternatif sebagai pakan ternak.

Pemanfaatan Ganja dalam Dunia Kesehatan

Pada tanaman ganja terdapat Delta-9-tetrahydrocannabinol (THC). Senyawa ini terbukti secara klinis dapat mencegah penyakit pembuluh darah atherosclerosis. Secara medis sendiri, ganja banyak digunakan untuk mengobati glaucoma dan terbukti efektif untuk mengobati depresi, hilangnya nafsu makan, tekanan darah tinggi, kecemasan, migraine dan berbagai problem menstruasi. Disamping itu ganja juga diklaim dapat digunakan sebagai pereda rasa sakit, dan pengobatan untuk penyakit tertentu (termasuk kanker). 


Di beberapa negara tumbuhan ini tergolong narkotika, walau tidak terbukti bahwa pemakainya menjadi kecanduan. Diantara pengguna ganja, beragam efek yang dihasilkan, terutama euphoria (rasa gembira) yang berlebihan, serta hilangnya konsentrasi untuk berpikir diantara para pengguna tertentu. Efek yang dihasilkan beragam terhadap setiap individu, dimana dalam golongan tertentu ada yang merasakan efek yang membuat mereka menjadi malas, sementara ada kelompok yang menjadi aktif, terutama dalam berfikir kreatif (bukan aktif secara fisik seperti efek yang dihasilkan Methamphetamin).

Marijuana, hingga detik ini, tidak pernah terbukti sebagai penyebab kematian maupun kecanduan. Bahkan, di masa lalu dianggap sebagai tanaman luar biasa, dimana hampir semua unsur yang ada padanya dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Hal ini sangat bertolak belakang dan berbeda dengan efek yang dihasilkan oleh obat-obatan terlarang lainnya dan alkohol, yang jelas-jelas dapat menyebabkan penggunanya menjadi kecanduan hingga tersiksa secara fisik.

Kesimpulan

Bila kita mau berandai-andai, mungkin ganja dapat saja kita samakan dengan (maaf) kotoran hewan ternak. Jika saya berikan kotoran ternak pada anda yang mungkin seorang eksekutif, dokter, pengacara atau arsitek, tentunya kotoran sapi tersebut tidak ada manfaatnya untuk anda. Bahkan bisa dipastikan dapat memberikan dampak buruk seperti polusi udara yang anda hirup atau dapat mengganggu selera makan anda. Namun apa jadinya jika saya memberikan kotoran sapi ini terhadap petani. Tentunya kotoran ternak yang anda anggap tidak tidak ada gunanya ini dapat bermanfaat lebih banyak baginya, misalnya untuk dijadikan pupuk kandang. Atau bahkan jika petani tersebut telah menguasai teknologi yang lebih maju dan tepat guna, ia dapat menjadikannya sesuatu yang lebih bernilai ekonomis lagi semisal biogas. Pada intinya, sesuatu akan bermanfaat lebih baik pada orang yang tepat


Fungsi dan Manfaat Ganja




Tentang ganja

Ganja atau cannabis sativamerupakan tanaman semusim yang mudah tumbuh tanpa memerlukan pemeliharaan istimewa. Tanaman ini tumbuh pada daerah beriklim sedang. Pohonnya cukup rimbun dan tumbuh subur di daerah tropis.

Ia ditanam dan dapat tumbuh secara liar di semak belukar. Salah satu ciri utamanya adalah daunnya yang berbentuk runcing dan berjari-jari ganjil (5, 7 atau 9).Nama samaran ganja banyak sekali, misalnya indian hemp, rumput, barang, daun hijau, bangli, bunga, ikat, labang, jayus, jum, grass, pot, reefer. Anak-anak ibukota menyebutnya gele (gelek) atau cimeng. Di kalangan pecandu disebut grass, marijuana, Mary Jane atau MJ, has atau hashish.

Berbagai manfaat

Penelitian mutakhir tentang ganja menghasilkan kesimpulan, dari batang dan akarnya dapat diperoleh serat yang kuat, daunnya dapat digunakan untuk membuat obat, sementara dari bunga dan bijinya dapat diperoleh bahan bakar minyak (BBM) untuk mobil kelas atas.

Serat ganja, baik yang halus maupun kasar semua dapat dimanfaatkan. Dari serat yang halus dapat dibuat kain yang sangat halus (sebagaimana sutra), sementara yang kasar digunakan untuk membuat tali dan pakaian yang sangat kuat untuk kepentingan pakaian nelayan maupun buruh pabrik, juga dapat menjadi salah satu alternatif untuk campuran komponen material yang membutuhkan serat. Ini berarti alternatif lain di samping fiberglass.

Secara medis, ganja banyak digunakan untuk mengobati glaucoma, dan terbukti efektif untuk mengobati depresi, hilangnya nafsu makan, tekanan darah tinggi, kecemasan, migraine, dan berbagai problem menstruasi. Demikian tulis William Glenn Steiner dalam Encyclopaedia Britannica, Edisi 2007.

Bahkan BNN (Badan Narkotika Nasional) pun berencana/mengajukan untuk melegalkan ganja "untuk diteliti lebih lanjut" manfaat2 lainnya...
Kalo manfaat nya lebih banyak dari pada tidak bermanfaat nyakenapa tidak di legalkan saja dengan pengawasan yg ketat?

REGULASI CERDAS LEGALISASI GANJA COLORADO


bilde
Kegembiraan warga Colorado
November tahun lalu, warga Colorado (Amerika Serikat) bergembira karena hasil jajak pendapat memenangkan UU Legalisasi Ganja (Amandemen 64). Dalam hitungan beberapa minggu ke depan, Gubernur John Hovkenlooper (Demokrat) akan menyatakan bahwa Ganja tidak lagi ilegal di Colodaro.
Namun itu baru permulaan saja. Inisiatif Amandemen 64 tidak hanya  melegalkan ganja, tetapi juga mendesak pemerintah untuk mengadopsi atau membuat sebuah tatanan perdagangan ganja legal (pasar terang). Saat ini, legislatif sedang dalam pertimbangan untuk segera mengimplementasikan undang-undang baru tersebut.
Sebuah Badan Pelaksana Amandemen 64 (Amandement 64 Implementation Task Force) telah dirancang dengan baik oleh Hickenlooper. Hasilnya terdapat 58 rekomendasi yang kemudian diberikan kepada legislatur untuk menjadi bahan pertimbangan, diantaranya :
  • Industri Penggunaan Ganja bagi orang dewasa sebaiknya dibawah kepemilikan bersama (Umum) dari penanaman sampai penjualan. Integrasi vertikal peraturan ini berarti dari budidaya, pengolahan & produksi serta penjualan retail harus dimiliki secara bersama.
  • Pada tahun pertama diberlakukannya perizinan, hanya badan yang mempunyai lisensi resmi Ganja Medis mendapatkan izin untuk budidaya, mengolah dan menjual Ganja kepada orang dewasa.
  • Divisi Penegak Ganja (Marijuana Enforcement Division) yang berada didalam Departemen Pajak Pendapatan akan didanai dari Anggaran Pendapatan Daerah untuk lima tahun kedepan, serta menyediakan pengawasan regulasi industri ganja di Colodaro secara menyeluruh.
  • Merujukkan kepada inisiatif pemungutan suara oleh pemilih November untuk memberlakukan pajak percobaan sebesar 15%. Pemasukan pertama pajak percobaan  ini sebesar $ 40 Juta (90 miliar rupiah) diarahkan pada anggaran pembangunan sekolah milik Pemda setempat, sebagaimana yang telah diuraikan dalam Amendemen 64, serta “Pajak Penjualan Ganja” untuk menciptakan sumber pendapatan demi membiayai pengeluaran Pengaturan Industri, mengimplementasikan Badan Perlindungan Konsumen serta membentuk Program Pencegahan & Rehabilitasi bagi remaja.
  • Hanya penduduk Colorado yang diperbolehkan memegang izin budidaya, pengolah & penjualan ganja untuk orang dewasa. Penjualan kepada penduduk & pengunjung negara bagian diperbolehkan, namun dengan batasan kuantitas yang diperketat bagi pengunjung (turis).
  • Segala jenis ganja yang dijual untuk orang dewasa sebaiknya menggunakan kemasan peringatan bagi anak-anak tentang potensi kandungan tetrahydrocannabinol (THC) dan juga mendaftarkan segala macam pestisida, herbisida, fungisida dan bahan pelarut yang digunakan pada saat penanaman atau pengolahan.
“Ini adalah sebuah laporan komprehensif yang dikembangkan dalam kurun waktu yang pendek, laporan ini memberi tatanan dasar kepada pemerintah untuk melakukan peremajaan pada kerangka kebijakan yang akan berlaku, dengan pendanaan yang memadai demi mengawasai dan menegakkan industri  ganja, melindungi konsumen, melakukan pencegahan, serta membuat Program Perawatan & Rehabilitasi untuk pemuda,” Ucap Wakil Ketua Komisi Pelaksana & Penasehat Hukum Gubernur, Jack Finlaw. “Rekomendasi dari Komisi Pelaksana (Task Force) hanya perlu disempurnakan kembali melalui dewan legislatif dan beberapa agen kebijakan negara.”
Mason Tvert, Direktur Komunikasi Marijuana Project Policy
Mason Tvert, Direktur Komunikasi Marijuana Project Policy
Walaupun masih banyak yang bergelut mengenai ragamnya rekomendasi serta beberapa keprihatian dini akibat tindakan legislasi, Pendukung Amendemen 64 (sekarang, Direktur KomunikasiMarijuana Policy Project) Mason Tvert mengatakan bahwa semua berjalan sesuai harapan.
“Tujuan utamanya adalah membentuk tatanan toko retail yang menyediakan ganja kepada orang dewasa, dan sekarang kami sedang mengarah kesana,” ucap Tvert. “Tentunya, banyak sekali detail yang harus dikerjakan, dan lebih banyak lagi pendapat terkait detail-detail tersebut, tapi secara keseluruhan kita semua mengarah kepada tercapainya tujuan kami. Banyak perdebatan tentang integrasi vertikal, apa penjualan sebaiknya dilarang kepada turis, dan tingginya tingkat pajak penjualan, semua ini adalah permasalahan penting, dan secara menyeluruh semua berjalan dengan lancar, kita akan segera mempunyai sebuah sistem regulasi budidaya dan penjualan ganja di Colorado.”
“Para politisi sedang melakukan apa yang harus mereka lakukan,” ucap Tvert. Sejauh ini tidak ada bukti nyata terjadinya sabotase pemilih dan para legislator berupaya dengan tulus menjalankan Amendemen 64.
“Pada umumnya, para pejabat pemerintah bersikap responsif, ada beberapa saran untuk menambah batasan, tetapi semuanya tetap mengarah kedepan untuk memantabkan kebijakan ini. Bisa dibilang mayoritas penduduk Colorado percaya pada proses ini. Masyarakat industri, advokat, dan pejabat terpilih sedang memperdebatkan banyak detail, kita akan merasakan banyak drama selama proses ini, tapi sekali lagi, semua berjalan sesuai yang di harapkan.”
dollaeWaktu terus berjalan. Warga dan para pendukung legalisasi ganja diseluruh Dunia akan segera melihat apakah Colorado akan memiliki perdagangan ganja yang teratur & terpajak, atau hanya sekedar legalisasi kepememilikian ganja tanpa pajak dan tanpa regulasi. (Jay23)
sumber : www.alternet.org

KOREA UTARA MENGHISAP GANJA SETIAP HARI



korea smoking weed
ilustrasi oleh Emily Bakes
Anda mungkin akan terkejut dengan kenyataan ini: Negara yang paling kalem, konservatif dan ketat di dunia merupakan surganya para penikmat ganja. Walaupun pemerintahan Korea Utara (KorUt) sangat ketat terhadap penggunaan & distribusi Narkotika Kelas Satu seperti Sabu, ganja tidak dilarang atau diatur dalam bentuk apapun. Tanaman herbal tersebut bahkan tidak dikatakan sebagai Narkotika. Para pengunjung tetap KorUt memberitakan bahwa tanaman ganja Tumbuh bebas dijalan dari bagian Utara Chongjin sampai ke Pyongyang, dimana secara bebas boleh dihisap & sering kali tercium harum wanginya.
Dengan nama lokal Ip Tambae atau “Daun Tembakau”, ganja bukanlah sesuatu yang tabu, banyak masyarakat KorUt yang mengetahuinya dan menghisapnya. Mereka tidak hanya menggunakan ganja untuk “giting” dan bersenda gurau, namun perbedaan utamanya adalah mereka lebih memilih untuk menghisap ganja dengan alasan berhemat dibanding membeli rokok yang notabennya lebih berbahaya. Penggunaan ganja sangat populer khususya dikalangan masyarakat bawah, setelah lelah bekerja seharian mereka menghisap ganja untuk menenangkan diri dan meregangkan otot.
Bagi Anda yang telah membaca artikel ini dan berniat mengunjungi surganya ganja tersebut, bersiap-siaplah kecewa. Jika turis asing menanyakan kepada pemandu wisata dimana kami dapat membeli “tanaman spesial”, kemungkinan besar pemandu tersebut akan mengabaikan permintaan Anda. Mereka mengetahui persis kebijakan ganja di dunia luar dan tidak ingin membuat celah bagi media internasional untuk menyudutkan negaranya.
nkmarifield-620x340
ilustrasi oleh Emily Bakes
Salah satu mitos populer di KorUT adalah mereka tidak boleh melipat koran yang didalamnya terdapat foto para pemimpin negara, tapi bagi halaman lainnya (rubrik olah raga, cuaca, dll) dapat digunakan sebagai papir untuk melinting ganja atau tembakau; ini dianggap sebagai suatu proses daur ulang. Koran Harian Rodong Sinmun merupakan koran favorit yang dipotong kecil-kecil dan digunakan sebagai kertas lintingan. Terdapat laporan kepada media KorUt yang mengatakan banyaknya bekas puntung lintingan ganja dari kertas Koran tersebut di jalanan.
Ganja secara alami tumbuh di semenanjung Korea dan mudah ditemukan di daerah Chongjin, namun hanya di bagian pinggiran tanaman ganja secara resmi dibudidaya. Tanaman ini secara umum dibudidaya di halaman pribadi warga KorUt. Seorang turis Amerika pernah berkomentar dalam sebuah media, “Kami bertamu ke sebuah pekarangan rumah dan terkejut, ‘Itukan ganja!’ Kami melihatnya lebih dekat lagi untuk memastikan. Saya mendengar mereka menanamnya untuk pengobatan. Saya lebih terkejut karena tidak sengaja menemukannya.”
Laporan penggunaan ganja mulai tercatat semenjak berdirinya negara tersebut. Setelah Perang Korea usai, banyak tentara Amerika yang memetik bunga ganja dari Daerah Bebas Militer (DMZ) diperbatasan KorUt dan menghisapnya. Para tentara yang letih tersebut menggunakannya di dalam sebuah tenda tanpa ventilasi (hotboxed) dan menjadikanya cerita rakyat.
Sumber :

 

5 Senyawa Ganja Yang Dapat Melawan Kanker, Alzheimers, Parkinson (Seandainya ganja legal)


Senyawa-senyawa tersebut tidak akan membuat Anda gitting. Lalu, mengapa bahan alami tidak beracun itu ilegal? Karena ia dihasilkan dari pohon ganja.
Terdapat lebih dari 400 senyawa cannabinoids yang terdapat pada sebuah pohon ganja. Beberapa diantara senyawa tidak beracun tersebut terbukti mampu mengobati kanker, mengurangi kecenderungan psikotik pasien schizophrenia dan mengobati berbagai penyakit kronis lainnya. Senyawa-senyawa berkhasiat medis tersebut diantaranya seperti cannabidiol (CBD), cannabinol (CBN), cannabichromene (CBC), cannabigerol (CBG) dan tetrahydrocannabivarin (THCV). Tidak seperti delta-9-tetrahydrocannabinol (THC), kandungan psikoaktif ganja, mengonsumsi senyawa-senyawa tersebut tidak dapat membuat Anda gitting. Sayangnya di Indonesia, UU Narkotika No. 35 Tahun 2009 memasukan senyawa-senyawa tersebut sebagai Narkotika Golongan 1.
Dimata pemerintah Indonesia, senyawa-senyawa cannabinoids non-psikoaktif dianggab sama berbahayanya dengan heroin maupun Napza lainnya. Berbeda dengan pandangan para peneliti medis di dunia, senyawa-senyawa cannabinoids tersebut justru mampu menjadi obat yang aman dan efektif dalam melawan penyakit-penyakit kronis. Untuk itu mari kita lihat lebih dalam mengenai senyawa-senyawa berkhasiat ilegal tersebut.
Cannabidiol (CBD)
Setelah THC, CBD merupakan cannabinoids yang paling banyak ditelaah oleh ilmuwan.  Ditemukan pertama kali tahun 1940, mayoritas ilmuwan mengatakan bahwa CBD mungkin saja menjadi satu-satunya cannabinoid yang paling penting. Bahkan para ilmuwan menganggab CBD sebagai senyawa medis terbaik yang dimiliki pohon ganja.
Hasil studi Antonio Zuardi yang diterbitkan The Brazilian Journal of Psychiatry tahun 2008 menemukan berbagai potensi medis dari cannabidiol untuk mengobati parkinson, alzheimer, serebral iskemia, diabetes, rheumatoid arthritis, inflamasi, mual dan kanker. Tahun 2009, ilmuwan dari Israel dan Itali mengembangkan temuan tersebut dan menemukan bahwa CBD memiliki sifat anxiolytic (anti-cemas), anti-psikotik, anti-epilepsi, neuroproteksi, vasorelaxant (memperbesar pembuluh darah), antispasmodic(meringankan keram otot), anti-ischemic (memperlancar suplai darah), anti-kanker,antiemetic (menghilangkan mual dan muntah), anti-bakteri, anti-diabetes, anti-inflammatory (anti peradangan/pembengkakan), dan merangsang pertumbuhan tulang.
Martin Lee, pendiri dan direktur Project CBD, menjuluki cannabidiol sebagai “The Cinderella Molecule”; Senyawa mungil yang  tidak beracun, non-psikoaktif dan multiguna.
Cannabinol (CBN)
Cannabinol adalah produk turunan dari THC. Pertama ditemukan ilmuwan pada tahun 1896. Senyawa cannabinol ditemukan dapat membantu proses tidur, mengurangi rasa sakit maupun keram, memperlambat gejala ALS (Penyakit Lou Gehrig), meningkatkan nafsu makan, dan menghentikan penyebaran residu obat-obat tertentu.
Cannabichromene (CBC)
CBC pertama kali ditemukan tahun 1966. Secara khusus banyak ditemukan pada tanaman ganja yang baru panen. Namun, penelitian terhadapnya belum dilakukan sebanyak CBD ataupun CBN. Sebuah ringkasan jurnal-jurnal di tahun 2009 menemukan fungsi CBC sebagai anti-inflammatory (anti peradangan/pembengkakan), anti-mikroba, analgesik, anti-kanker, dan merangsang pertumbuhan tulang. Penelitian terbaru di tahun 2011 menemukan bahwa CBC dapat mempengaruhi ujung syaraf otonom dalam memodifikasi rasa sakit.
Cannabigerol
Sama seperti CBC, CBG juga kurang mendapat perhatian serius dari para ilmuwan. Terlihat dari sedikitnya jurnal yang mengemukakan efek medis senyawa tersebut. CBG pertama kali ditemukan pada tahun 1964. Berdasarkan hasil temuan dalam The British Journal of Pharmacology tahun 2011, ekstraksi CBG-chemotype dapat dijadikan agen antiseptik yang sempurna dan aman untuk membunuh bakteri. Studi terbaru kemudian menemukan bahwa senyawa non-psikoaktif tersebut mampu mengobati berbagai gangguan sistem syaraf otonom, termasuk epilepsi.
Tetrahydrocannabivarin
Ditemukan tahun 1970, THCV merupakan senyawa khas yang dapat ditemui pada hashish pakistan dan cannabis yang berasal dari selatan afrika. Berdasarkan dosisnya, THCV dapat menjadi agen antagonis bagi THC (dosis rendah THCV dapat menurunkan nafsu makan) atau malah sebaliknya (dosis tinggi THCV bermanfaat untuk proses pembentukan tulang). Tidak seperti CBD, CBN, CBC, dan CBG, dosis tinggi THCV mampu membuat anda giting (lebih rendah dari THC).
Sumber :
 

5 Mitos Anti Ganja Yang Menyesatkan




Persepsi orang terhadap pengguna ganja selama ini salah. Ketika kita berbicara tentang ganja kepada masyarakat umum, kita sering berhadapan dengan penolakan yang tidak masuk akal. Penolakan ini terjadi karena stigma masyarakat yang negatif terhadap ganja yang sebenarnya secara ilmiah terbukti tidak benar. Namun sayangnya mitos mengenai bahaya ganja lebih dipercaya masyarakat, sebab kampanye anti-ganja selalu memelihara kebohongan itu. Untuk memperbaiki mitos-mitos yang salah pada tanaman ganja yang selama ini dipercaya masyarakat, mari kita simak artikel ini.
(1) Satu linting ganja sama dengan sebungkus rokok.
Propaganda kuno ini menjadi favorit para penentang legalisasi ganja yang kembali lagi dan lagi diucapkan, dan tampaknya tahan terhadap pembuktian di dunia nyata.
http://www.legalisasiganja.com/wp-content/uploads/2012/03/super-joint-thcf-300x221.png
Ganja 420 gram
Prohibitionists (kelompok penolak legalisasi ganja) dengan sungguh-sungguh dan meyakinkan mengatakan kepada kita bahwa merokok hanya satu linting ganja saja sama bahayanya dengan menghisap sebungkus rokok. Kadang mereka mengatakan 16 batang, atau mungkin hanya 4 batang rokok, dll. Mereka tampaknya tidak jelas mengungkapkan dalam jumlah yang tepat.
Kesimpulan yang keliru ini berasal dari sebuah studi yang pernah dilakukan oleh Dr Donald Tashkin, ketika para peneliti dari UCLA menguji resistensi aliran udara pada paru-paru perokok tembakau berbanding dengan paru-paru perokok ganja. Dr Tashkin memang menemukan bahwa perokok ganja setiap hari mengalami “kerusakan ringan yang signifikan” pada peningkatan resistensi aliran udara di saluran napas besar. Kerusakan tersebut lebih besar daripada orang yang menghisap 16 batang rokok per hari.
Tapi ironisnya, Dr Tashkin juga menemukan (dalam sebuah penelitian yang lebih besar) bahwa kondisi kesehatan paru-paru perokok ganja ternyata jauh lebih baik dari perokok tembakau. Setelah enam tahun sejak hasil penelitian terbaru Dr Tashkin itu diumumkan, tidak pernah ada satu orang pun pembicara dari kelompok anti ganja yang menyebutkan hal ini.
Mereka sepertinya tidak pernah punya waktu untuk menyebutkan bahwa penelitian Dr Tashkin juga menemukan bahwa merokok ganja – bahkan untuk kelompok pengguna berat, yang secara teratur menghisap ganja – tidak menyebabkan kanker paru-paru.
Dr Tashkin mengatakan hasil penelitian terbaru ini “were against our expectations”(bertentangan dengan harapan kita).
“Kami menyusun hipotesis mengenai adanya hubungan positif antara penggunaan ganja dan kanker paru dan bahwa hubungan tersebut akan lebih positif dengan penggunaan yang lebih berat,” kata Dr Tashkin.
Penelitian selanjutnya yang mendukung temuan Dr Tashkin itu yaitu sebuah studi 20 tahun yang diterbitkan bulan Januari 2012 yang mengungkapkan bahwa perokok ganja umumnya tidak mengalami kehilangan fungsi paru-paru. Bahkan, banyak dari mereka yang justru memiliki kapasitas paru-paru yang disempurnakan. Peneliti berspekulasi bahwa ini mungkin berasal dari cara menghisap dalam-dalam “deep-lunging” yang biasa dilakukan penikmat ganja untuk memaksimalkan efeknya.
Bahkan pada mereka yang merokok ganja secara teratur selama 20 tahun, para peneliti mengatakan bahwa mereka melihat tidak ada bukti masalah pernapasan.
(2). Penggunaan ganja untuk pengobatan menjadi masalah besar di negara-negarayang sudah menerapkan legalisasi ganja medis.
Pemberitaan di media mengatakan “walaupun benar ada beberapa pasien yang membutuhkan ganja medis, tetapi legalisasi ganja untuk penggunaan pengobatan ternyata menyebabkan masalah besar di California. Apakah kita ingin masalah seperti di California itu berlangsung di sini?”
http://www.legalisasiganja.com/wp-content/uploads/2012/03/medical-marijuana-jars1-300x199.jpg
Ganja Medis
Ketika ditanya lebih jauh apa maksud dari “masalah besar” tersebut, kelompok anti-ganja yang fanatik biasanya akan memberikan argumen seperti; “apotik ganja medis lebih banyak jumlahnya daripada Starbucks di Los Angeles”. Mereka mengatakan akibat dari legalisasi ganja medis, pertumbuhan apotik ganja tidak terkendali.”
Mereka tidak menyebutkan bahwa situasi di Los Angeles disebabkan karena kelalaian pemerintah kota yang terlalu lama dalam menyusun suatu peraturan yang mengatur apotik, sehingga pertumbuhan apotik ganja medis tidak terkendali.
Mereka juga tidak mau menyebutkan bahwa di kota-kota seperti San Francisco dan Oakland, pemerintah kota telah menjadi bagian dari tumbuh berkembangnya apotek ganja selama bertahun-tahun. Selama bertambahnya jumlah apotik ganja medis, tidak pernah terjadi masalah disana.
Di AS, ada 16 negara bagian yang sudah melegalkan penggunaan ganja untuk kebutuhan medis dan sampai saat ini tidak pernah ada masalah.
Selain kota-kota di ke-16 negara ini memiliki aturan dan tata tertib yang dikelola dengan baik, apotik ganja di negara bagian tersebut turut memberi income jutaan dollar dari pajak penjualan ganja medis.
Argumen lain yang tidak beralasan dari kelompok penolak legalisasi ganja adalah bahwa apotik ganja cenderung, entah bagaimana, dapat memicu praktek kejahatan.
Pada kenyataannya apotik ganja memiliki tingkat kejahatan lebih rendah daripada toko minuman keras, menurut laporan Kepolisian Denver. Melihat fakta-fakta dilapangan, semua jenis tindak kejahatan turun di negara-negara dengan apotik ganja.
(3). Legalisasi ganja seperti lereng licin. Jika kita melegalkan ganja, lantas apa berikutnya? Legalisasi Heroin? Cocaine? atau Meth?
Teori Gateway to another drugs (jembatan menuju narkotika yang lebih berbahaya) merupakan sebuah mitos dengan teori yang membingungkan.
http://www.legalisasiganja.com/wp-content/uploads/2012/03/christiania-bikes.jpeg
Kopenhagen - Christiania
Kopenhagen dan Christiania (daerah otonomi di Denmark) telah lama bersahabat dengan ganja selama bertahun-tahun – tapi tidak untuk narkotika berat (hard drugs). Menurut jajak pendapat terbaru, legalisasi ganja sekarang memperoleh dukungan mayoritas. Tetapi dukungan untuk legalisasi narkotika menurun secara drastis. Jajak pendapat mengenai legalisasi ekstasi dan kokain, masing-masing hanya memperoleh 8% dukungan. Heroin dan shabu bahkan lebih rendah, yaitu sebesar 6% menurut jajak pendapat Angus Reid Public Opinion.
Legalisasi ganja tidak akan membuka pintu untuk legalisasi narkotika. Cara masyarakat Amerika memandang wacana legalisasi ganja lebih ditujukan untuk menyoroti perbedaan yang nyata antara ganja dan zat terlarang lainnya yang berbahaya.
Rakyat Amerika tahu perbedaan antara ganja dan narkoba kelas berat. Kebanyakan orang Amerika tahu bahwa orang-orang yang menggunakan ganja tidak menghancurkan hidup mereka.
Tidak sulit untuk membedakan antara pengguna ganja dengan ketidakberdayaan pengguna zat lain seperti heroin dan metamfetamin dalam menghadapi masalah ketergantungan.
(4). Jika kita melegalkan ganja, akan banyak terjadi kecelakaan. Lihatlah akibat dari mengkonsumsi alkohol, apakah kita ingin banyak pengemudi cidera?
Kenyataan yang paling sederhana yaitu, setiap hari ada jutaan perokok ganja berkeliaran dijalan-jalan raya. Apakah setiap hari terjadi kecelakaan akibat penggunaan ganja?
Dengan perkiraan pengguna ganja saat ini di Amerika Serikat antara 40 dan 100 juta, Anda bisa bertaruh bahwa jika ganja benar-benar menyebabkan kecelakaan, akan terjadi tragedi nasional pada pada kasus kecelakaan saat mengemudi dalam keadaan mabuk.
Jika ganja mengakibatkan gangguan motorik mendekati tingkat yang dihasilkan alkohol, pertempuran berdarah akan menjadi berita setiap hari di media, sebagaimana perkelahian yang sering terjadi akibat mengkonsumsi minuman beralkohol.
Tanpa bermaksud mengajak orang lain mengemudi sambil mengkonsumsi ganja, penelitian terkini membuktikan bahwa ganja adalah, pada penggunaan yang berimbang, jauh lebih aman daripada alkohol.
(5). Jika ganja dilegalkan, semua orang akan serta merta menjadi pengguna ganja.
Kaum prohibitionists anti-ganja memiliki pandangan tersendiri dalam mengukur sifat manusia. Mereka berpikir bahwa sebagai manusia kita adalah insan yang tidak baik, yang terpendam keinginannya akibat hukum yang melarang penggunaan ganja.
Hukum pelarangan ganja telah terbukti gagal secara spektakuler dalam upaya mencegah peredaran. Sejak ganja dijadikan barang ilegal 75 tahun yang lalu, popularitasnya semakin meningkat setiap tahun sekalipun tuntutan hukumnya semakin berat dan menjadi lebih kejam.
Penelitian ilmiah dalam cakupan yang besar di AS yang hasilnya dipublish bulan November tahun lalu mengatakan bahwa penangkapan pengguna ganja di AS dan denda yang ditetapkan pemerintah tidak berdampak pada tingkat penggunaan.
Sementara ini, pendekatan lain telah dicoba dengan melokalisasi pengguna ganja ke tempat-tempat khusus seperti di negeri Belanda yang melonggarkan kebijakan hukum kepemilikan dan penggunaan ganja sejak tahun 1970. Belanda memiliki tingkat penggunaan ganja dikalangan remaja yang jauh lebih rendah dibanding yang terjadi di Amerika Serikat.
Debat Legalisasi Ganja
Kami siap menyambut debat terbuka yang serius di seputar isu legalisasi ganja. Yang kami minta adalah dalam perdebatan, setiap orang paling tidak harus berpegang pada fakta dan tidak lari pada teori-teori usang berbasis tahyul yang sudah tidak laku lagi di abad ini. (cpt)

Republik Ceko telah Melegalisasi Ganja Medis





Jumat 15 Februari 2013, Presiden Republik Ceko Vaclav Klaus menandatangani Peraturan Pemerintah terkait penggunaan Ganja untuk keperluan pengobatan. PP ini disetujui 0leh 67 dari 74 senator Dewan di Republik Ceko.
Peraturan baru ini memberikan lampu hijau kepada pasien penyakit kronis untuk menggunakan ganja medis. Pasien hanya dapat membeli ganja medis melalui apotik setelah mendapat rekomendasi dari dokter. Menurut analisa pakar hukum, terapi ganja medis memakan biaya sebesar Rp. 765.000 (1500 crowns) per bulan. Badan legislasi mengatakan biaya terapi dapat mencapai 50juta rupiah (10.000 crowns), sedangkan ganja masih bisa dibeli dari pasar gelap dengan harga rendah. Dalam kebijakanbaru ini, terapi ganja medis tidak dapat dibiayai oleh perusahan asuransi.
Sebagai langkah awal, Ceko akan mengimport ganja medis dari Israel maupun Belanda. Badan Pengawasan Obat Ceko bertindak sebagai pengawas dan distribusi ganja medis. Selain itu, Badan Pengawasan Obat Ceko juga memiliki kewenangan menentukan lokasi pertanian ganja medis. Kebijakan tersebut diambil bersamaan dengan proses pembuatan sistem lisensi bagi petani ganja. Rencananya lisesnsi tersebut akan berlaku maksimal 5 tahun dan mengharuskan petani menjual ganja medis dengan harga lebih rendah dibanding ganja import.
Kepala Departemen Pertanian Ceko; Jan Veleb juga ikut memberi komentar, “Setiap komoditas baru merupakan hal baik untuk petani kami”.
Bekas negara komunis berpenduduk 10,5 juta orang ini telah menjadi bagian dari Uni Eropa semenjak tahun 2004. Dalam urusannya dengan obat-obatan ringan (soft drugs), Ceko adalah negara yang sangat liberal. Rakyat Ceko  hanya akan mendapat sanksi ringan apabila tertangkap memiliki 15 gram ganja atau menanam maksimal 5 pohon ganja. Kelonggaran tersebut membuat daya tarik tersendiri bagi negara tetangga, terutama Polandia, untuk berkunjung ke Ceko.
Survey nasional tahun 2011 menemukan 16,1% masyarakat usia 15 – 34 tahun pernah menggunakan ganja dalam rentang waktu satu tahun. Fenomena tersebut menunjukan penurunan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 20,3%.