Tampilkan postingan dengan label Seputar Nanggroe. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seputar Nanggroe. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 April 2013

[FOTO]: Makam Para Raja di Aceh


HERI JUANDA | ATJEHPOSTcom
BANDA ACEH - Sultan Iskandar Muda berkuasa dari tahun 1607 sampai 1636. Aceh mencapai kejayaannya pada masa kepemimpinannya. Sultan Iskandar Muda wafat pada tahun 1636 atau 376 tahun silam, sultan di kebumikan di Komplek Gedung Juang Aceh.
Tak jauh dari makam Sultan Iskandar Muda, terdapat Komplek Kandang Meuh (Makam Raja-raja Aceh). Ada dua Kandang Raja Aceh, yang pertama disebut Kandang Meuh dan satu lagi disebut Komplek Makam Sultan Ibrahim Mansur Syah. Adapun yang dimakamkan di komplek Kandang Meuh antara lain Putri Raja anak Raja Bengkulu, Sultan Alaidin Mahmud Syah, Raja Darussalam, Tuanku Zainal Abidin dan lain-lain.
Selanjutnya komplek Makam Sultan Ibrahim Mansur Syah dimakamkan antara lain Pocut Rumoh Geudong (istri Sultan Ibrahim Mansur Syah), Sultan Ibrahim Mansur Syah (memerintah tahun 1836-1870), Sultan Mahmud Syah (anak Sultan Mahmud Syah), Sultan Husein Johar Al-alam Syah (anak Sultan Muhammad Syah), Putoru Binen (kakak Sultan Ibrahim Mansur Syah), Tuanku Husein Pangeran Anom (anak Sultan Ibrahim Mansur),Tuanku Cut Zainal Abidin, Tengku Chik, Tuanku Raja Ibrahim (anak Sultan Mohammad Daud Syah). Dalam komplek Museum Negeri terdapat makam Sultan Alaidin Ahmad Syah (1727-1735), Sultan Alauddin Johan Syah (1735-1760), Sultan Alauddin Mohammad Daud Syah (1781-1795), dan Pocut Mohammad (anak Sultan Ahmad Syah).
Selain itu, di Gunongan dan Kandang yang terletak bersebelahan dengan Taman Putroe Phang terdapat makam Sultan Iskandar Thani atau Sultan Iskandar Tsani Alauddin Mughayat Syah yang meninggal pada tahun 1641.
Iskadar Tsnani merupakan Sultan Aceh yang ke 13,  menggantikan Sultan Iskandar Muda. Iskandar Tsani adalah putera dari Sultan Pahang, Ahmad Syah, yang dibawa ke Aceh ketika Aceh menguasai Pahang pada tahun 1617 oleh Sultan Iskandar Muda. Ia menikah dengan puteri Sultan Iskandar Muda, yang bernama Ratu Safiatuddin, dan menggantikan Iskandar Muda sebagai Sultan Aceh ketika ia wafat. “Tsani” dalam bahasa Arab berarti “dua”.
Bersebelahan dengan Gunongan, Meurah Pupok di makamkan di Komplek Pemakaman Kerkhoff. Berdasarkan literatur Bustanussalatin dan keterangan dari pamplet yang tertera di makam, menerangkan putra mahkota ini terpaksa dipancung karena berzina dengan seorang istri perwira muda pelatih angkatan perang Kerajaan Aceh Darussalam.
Berikut foto-foto makam para raja di Aceh :

Kemelut Setelah Meninggalnya Sultan Ali Mughayat Syah -


SETELAH mangkatnya Sultan Ali Mughayat Syah pada tanggal 7 Agustus 1530, anaknya yang sulung bernama Salahuddin diangkat menjadi raja baru.
Meneruskan cita-cita dari ayahnya, Salahuddin mengembangkan layar mengusir portugis di Malaka pada tahun 1537 dengan jalan menaklukkan daerah tersebut agar berada di bawah kekuasaan kesultanan Aceh.
Malangnya, kehebatan Ali Mughayat Syah tidak mengalir banyak di tubuh Salahuddin yang tidak berhasil menaklukkan pusat perdagangan yang banyak di huni para pedagang Portugis itu.
Menggantikan kegagalan Salahuddin, tahun 1538 ’Alaauddin Ri’ayat Syah al Kahar mencoba mengukuhkan kekuasaan kesultanan Aceh yang mulai mengemuka.
Sebagai putra bungsu dari Mughayat Syah, ia merupakan seorang Sultan Aceh yang bisa disebut Homen Cavaleiro kedua setelah ayahnya.
Di bawah kekuasaannya, kesultanan Aceh berhasil menaklukkan Aru pada tahun 1564. Aceh juga mengalami peperangan merebut pengaruh dengan orang-orang Batak di perbatasan.
Alauddin Ri’ayat Syah Al Kahar mempunyai prajurit multi nasional yang tidak hanya terdiri dari orang Aceh belaka. Banyak prajuritnya yang berasal Turki, Kambay dan Malabar.
Pada masa kekuasaannya, ia juga mampu membuka jalur diplomasi dengan Istambul dan berhasil mendapatkan hadiah dari Sultan Turki berupa meriam lada sicupak. Sultan ini kemudian mangkat pada tahun 1571.
Alaauddin Ri’ayat Syah Al Kahar mempunyai prajurit multi nasional yang tidak hanya terdiri dari orang Aceh belaka. Banyak prajuritnya yang berasal Turki, Kambay dan Malabar.
Pada masa kekuasaannya, ia juga mampu membuka jalur diplomasi dengan Istambul dan berhasil mendapatkan hadiah dari Sultan Turki berupa meriam lada sicupak. Sultan ini kemudian mangkat pada tahun 1571.
Alauddin merupakan sultan Aceh ketiga yang mempunyai tentara kerajaan terkuat saat itu. Setelah berhasil melakukan kudeta terhadap saudara kandungnya, Salahuddin pada tahun 1537 (versi lain menyebutkan pada tahun 1539), ia kemudian membagi kelompok-kelompok pada masyarakat yang kemudian disebut dengan sukee (kaum).
Awal mula penegasan kekuasaannya, Alauddin memperluas pengaruhnya ke daerah selatan Aceh pada tahun 1539 dan menyebarkan agama Islam di daerah yang di huni oleh suku Batak primitif yang belum mengenal agama tersebut.
Setelah penyerangan itu, Aceh di bawah kekuasaan Alauddin Riayat Syah kembali memperluas pengaruhnya ke Aru. Namun, penyerangan yang dilakukan oleh Alauddin berhasil digagalkan oleh tentara Johor.
Masih menurut Denys Lombard dalam bukunya Kerajaan Aceh, menuliskan pemerintahan Alauddin yang berawal dengan gemilang harus berakhir ketika dua putranya melakukan kudeta. Kedua putra Alauddin tersebut memperebutkan kekuasaan sang ayah, meskipun Ia sendiri masih hidup.
Bahkan, menurut catatan Beaulieu dalam perebutan kekuasaan tersebut, Alaauddin sendiri dijebloskan oleh penjara.
Anaknya yang sulung, yakni Sultan Muda bergelar ‘Ali Ri’ayat Syah kemudian berhasil merampas kekuasaan dari ayahnya, Alaauddin Riayat Syah dan dari saudara kandungnya yang kemudian menarik diri sebagai gubernur di Pidir.
Pertengkaran kedua anak raja dalam memperebutkan kekuasaan atas pemerintahan Aceh, tentunya tidak menggubris keponakan mereka, Iskandar Muda yang pada saat itu berumur 21 tahun.
Ketidakpedulian dua tokoh Aceh dalam pertarungan perebutan kekuasaan tersebut, menyebabkan perhatian politik kekuasaan pada Iskandar Muda menjadi terabaikan.
Kemudian, pada masa-masa Iskandar telah mampu berpikir dan bermain dalam percaturan politik di Aceh pada masa itu, pamannya Ali Riayat Syah terpaksa menyerahkan tampuk pimpinan pada keponakannya, seorang cucu yang paling disayang oleh Alaauddin Riayat Syah. Sejak saat itu, tampuk kekuasaan Kerajaan Aceh Darussalam berada di tangan Iskandar Muda yang berusia 24 tahun.[bna]
- See more at: http://atjehpost.com/read/2012/12/25/32811/0/39/Kemelut-Setelah-Meninggalnya-Sultan-Ali-Mughayat-Syah#sthash.8EbzUKZ2.dpuf

Tragedi Meurah Pupok; Bukti Ketegasan Sultan Iskandar Muda


SULTAN Iskandar Muda bergelar Tun Pangkat Darma Wangsa sangat getol menjalankan Syariat Islam di Aceh. Pada masanya memerintah, ratusan masjid didirikan di daerah dan meunasah merata di setiap gampong.
Seperti dituliskan dalam Kitab Bustanussalatin karangan Nuruddin Ar-Ranirry, raja Aceh tersebut selalu menganjurkan seluruh rakyatnya untuk menjalankan syariat secara kaffah. Hukum kerajaan juga didasarkan kepada Alquran dan Hadist. Sehingga seluruh elemen masyarakat pada masa itu enggan melanggar syariat yang telah ditetapkan.
Dalam kitab Bustanussalatin juga dijelaskan bagaimana Sultan Iskandar Muda begitu berpihak pada rakyat. Hal tersebut dibuktikan dalam setiap Jumat yang dijalaninya turut membawa berbagai macam hadiah dan sedekah untuk diberikan kepada masyarakat yang kurang mampu.
Masa pemerintahan dia, Aceh kemudian dijuluki dengan negeri Serambi Mekkah sehingga melahirkan sebuah filosofi ; "Adat Bak Po Teumeureuhom, Hukom Bak Syiah Kuala, Qanun Bak Putroe Phang, Reusam Bak Laksamana".
Po Teumeureuhom adalah lambang pemegang kekuasaan. Syiah Kuala adalah lambang hukum syariat atau lambang agama dari Ulama. Qanun adalah lambang perundang-undangan yang berdasarkan Islam dan adat istiadat. Reusam adalah lambang dari tata cara pelaksanaan adat dari para peutua adat dan juga berlandaskan pada Islam.
Pengembangan nilai-nilai hukum dan budaya ini mengacu pada sumber asas Kerajaan Aceh lainnya, yaitu: "hukom ngen adat lagee zat ngen sifeut". Azas ini mendeskripsikan tentang roh dan jiwa masyarakat Aceh yang telah menyatu dengan pemahaman islamnya.
Penetapan Syariat Islam oleh Iskandar Muda ini dipertegas dengan diberikannya hukuman kepada anaknya, Meurah Pupok. Padahal, putranya tersebut merupakan satu-satunya penerus Kesultanan Aceh.
Berdasarkan literatur Bustanussalatin dan keterangan dari pamplet yang tertera di makam Meurah Pupok di Komplek Peutjut (Kherkoff), di Banda Aceh, menerangkan putra mahkota ini terpaksa di pancung karena berzina. Dia melakukan hal itu dengan seorang istri perwira muda pelatih angkatan perang Kerajaan Aceh Darussalam.
Perbuatan mesum mereka diketahui oleh suaminya ketika pulang dari tempat pelatihan perang di Blang Bladeh (sekarang adalah sebuah desa yang terletak di kecamatan Meukek, Aceh Selatan). Meurah Pupok berhasil kabur, namun naas bagi istri perwira muda tersebut. Dia mati di ujung pedang suaminya sendiri saat itu juga akibat kemarahan dan rasa malu yang diemban panglima muda itu.
Aib tersebut kemudian dilaporkan kepada Sultan Iskandar Muda. Panglima muda ini mendatangi sultan dengan ayah mertuanya. Setelah mendapat laporan tersebut, sultan segera memerintahkan Seri Raja Panglima Wazir Mizan (Menteri Kehakiman) untuk menyelidiki hal tersebut.
Tak lama kemudian, Meurah Pupok berhasil ditemukan dan ia mengakui perbuatannya dan meminta maaf kepada ayahnya dan juga kepada sang perwira muda. Setelah mendengar pengakuan tersebut, sultan memutuskan memberi hukuman mati pada pewaris tahtanya tersebut.
Keputusan ini dicegah oleh banyak pihak dalam istana Darud Donya termasuk Seri Raja Panglima Wazir Mizan. Semua pembesar kerajaan bahkan Menteri Kehakiman telah berusaha membujuk agar hukuman itu tidak dilaksanakan. Akan tetapi Sultan tetap pada keteguhannya, bahwa hukum harus ditegakkan.
"Aku akan menerapkan hukum kepada putera mahkota dengan hukum yang seberat-beratnya. Dan akan kupenggal kepalanya dengan tangan ku sendiri karena telah melanggar hukum dan adat negeri ini," ujar Sultan Iskandar Muda.
Keteguhan Iskandar Muda dan watak kerasnya tersebut juga ditulis oleh Denys Lombard dalam buku berjudul Kerajaan Aceh. Denys Lombard mengutip keterangan Beaulieu. Beualieu merupakan satu-satunya orang Eropa yang berhasil masuk ke tengah-tengah pembesar kerajaan.
Dari cerita Beulieu, Sultan Iskandar Muda dikenal sebagai tokoh yang cepat sekali naik pitam. Kemarahan Sultan Iskandar Muda tidak ada yang bisa mencegahnya.
Masih menurut Denys Lombard, gangguan saraf tersebut diduga karena patologis yang diderita Sultan Sri Muda Perkasa Alam. Beualieu juga menceritakan tentang tindakan sultan yang menyiksa dan kemudian membunuh anaknya sendiri karena berzina.
Dari peristiwa inilah muncul ungkapan yang sangat terkenal,"Matee Aneuk Meupat Jeurat, Gadoh Adat Pat Tamita", yang artinya adalah mati anak kuburannya ada, jika hilang adat kemana hendak dicari.[bna]
- See more at: http://atjehpost.com/read/2012/12/25/32821/0/39/Tragedi-Meurah-Pupok-Bukti-Ketegasan-Sultan-Iskandar-Muda#sthash.tp98yBs8.dpuf

Badan eksekutif Kerajaan Aceh


ILUSTRASI
PADA  The Atjeh Times edisi 35 telah disebutkan, Poteu Meureuhôm tidak berarti yang memegang kekuasaan itu raja yang almarhum, tetapi siapa pun raja yang sedang berkuasa, dialah yang memegang jabatan eksekutif tertinggi.
Berbicara masalah eksekutif, pada zaman dulu Kerajaan Aceh memiliki struktur eksekutif tersendiri yang diatur dalam Undang-Undang Kerajaan Aceh Darussalam atau Kanun Meukuta Alam Al-Asyi yang dibuat masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda.
Mohd. Harun dalam bukunya Memahami Orang Aceh (2009) mengutip pernyataan Hasjmy, mengatakan bahwa struktur eksekutif itu terdiri dari (1) raja atau sultan, (2) panglima sagoe, (3) ulèebalang, (4) imeum mukim, dan (5) keuchik.
Apa sebenarnya arti kelima struktur eksekutif  tersebut? Mohd. Harun dalam bukunya Memahami Orang Aceh (2009) menjelaskan arti kelima istilah itu sebagai berikut.
Raja adalah pimpinan tertinggi yang berkuasa atas semua wilayah negara. Dalam Kerajaan Aceh tempo dulu, raja bergelar Sultan Imam Malikul Adil.
Secara administratif, raja dibantu oleh seorang kadhi atau kali dalam bahasa Aceh. Kadhi ini bergelar Kadhi Malikul Adil (Kali Malikôn Adé).
Panglima sagoe merupakan gelar untuk jabatan Wilayah Sagoe. Sagoe bermakna wilayah yang terdiri dari federasi beberapa nanggroe (kenegerian) yang dipimpin ulèebalang.
Wilayah Sagoe hanya dikenal di Aceh Tiga Segi atau Aceh inti atau Aceh Besar sekarang, suatu wilayah yang mengelilingi ibu kota Kerajaan Aceh. Ketiga sagoe itu adalah (1) Sagoe Teungoh Lhèe Plôh, (2) Sagoe Dua Plôh Nam, (3) Sagoe Dua Plôh Dua. Masing-masing sagoe dipimpin seorang panglima sagoe yang dibantu oleh kadhi sagoe.
Ulèebalang adalah pimpinan yang menguasai satu wilayah nanggroe. Wilayah nanggroe terdiri dari beberapa satuan wilayah mukim. Ulèebalang dibantu oleh seorang kadhi nanggroe.
Imeum mukim adalah pimpinan suatu wilayah setingkat di bawah nanggroe. Ia secara otonom menguasai wilayah mukim yang merupakan federasi beberapa gampông. Imeum mukim dibantu oleh seorang atau beberapa orang wakil mukim dan seorang kadhi mukim.
Keuchik atau dalam dialek tertentu disebut geuchik adalah pemimpin di sebuah gampông. Ia dibantu oleh seorang waki keuchik, seorang teungku meunasah atau imam rawatib, dan tuha peuet atau dewan empat.
Mengenai kata keuchik, ada sebagian orang tua mengatakan, kata tersebut berasal dari kata ku (ayah) dan chik (tua). Dari kedua kata ini, keuchik diartikan, orang yang mempunyai kedudukan yang jauh lebih tinggi daripada ayah dalam sebuah kampung.[]
- See more at: http://atjehpost.com/read/2013/02/16/40140/437/3/Badan-eksekutif-Kerajaan-Aceh#sthash.nhYOd31F.dpuf

Mobil massa PA tabrakan beruntun di Lhokseumawe



Konvoi massa PA saat mendaftarkan caleg. @ATJEHPOSTcom/Zulfikar Husein
SEJUMLAH mobil ditumpangi massa Partai Aceh (PA) terlibat tabrakan beruntun di Jalan Medan-Banda Aceh, kawasan Blang Pulo, Muara Satu, Lhokseumawe, Senin, 22 April 2013, sekitar pukul 16.30 WIB.
Informasi diperoleh ATJEHPOSTcom, setelah mengantar pengurus PA mendaftarkan caleg di kantor KIP Aceh Utara dan KIP Lhokseumawe, sebagian massa PA bergerak menuju wilayah barat Aceh Utara. Dalam perjalanan saat melintasi Blang Pulo, Lhokseumawe, tiga mobil massa PA terlibat tabrakan beruntun.
“Sedikitnya tiga mobil massa PA ringsek akibat tabrakan beruntut, karena sebuah mobil yang melaju di depan, bukan ditumpangi massa PA,  mengerem mendadak,” kata salah seorang kader PA.
Kapolsek Muara Satu Iptu Ichsan dihubungi ATJEHPOSTcom tadi pukul 18.20 WIB membenarkan telah terjadi tabrakan sejumlah mobil beratribut PA, tadi sekitar pukul 16.30 WIB. “Ia benar, mobil massa dari Partai Aceh mengalami tabrakan di kawasan Blang Pulo,” katanya.
Menurut dia, para korban kecelakaan lalu lintas itu telah dilarikan ke Rumah Sakit PT. Arun di Batuphat, Muara Satu. Namun, ia belum bisa menjelaskan secara detil penyebab terjadinya kecelakaan beruntun tersebut serta jumlah korban. “Sedang dilakukannya penyelidikan oleh petugas di lapangan,” kata Ichsan.
Sementara itu, di kawasan Blang Panyang, Muara Satu, Lhokseumawe terjadi kecelakaan antarsejumlah sepeda motor yang dikendarai massa PA. “Sesama pengendara sepeda motor dari massa PA, tapi tidak fatal,” kata warga yang mengaku melihat kejadian itu.[](iip)
- See more at: http://atjehpost.com/nanggroe_read/2013/04/22/49019/15/5/Mobil-massa-PA-tabrakan-beruntun-di-Lhokseumawe#sthash.IR05S1zR.dpuf

Selasa, 16 April 2013

Masa keemasan emas telah berakhir?



Emas selama ini disanjung sebagai instrumen investasi andalan. Dengan harga yang kini terus menurun, masih menarikkah mengumpulkan emas?


@Detik
TERSEBUTLAH suatu masa  ketika tsunami finansial meluluhlantakkan hampir semua tatanan perekonomian dunia, sekitar lima tahun silam.
Anda mungkin masih mengingat, huru-hara yang dipicu  kejatuhan raksasa keuangan Lehman Brothers di Amerika Serikat (AS), bak dentuman bom berkekuatan maha dahsyat. Serentak, jutaan orang jatuh miskin akibat terseret efek sistemik kejatuhan lembaga keuangan, harga saham ambles, nilai uang merosot tajam, kekacauan di mana-mana.
Raksasa ekonomi dunia seperti AS, Jepang, juga negara-negara Eropa, menderita imbas krisis terparah. Beruntunglah Indonesia, yang bersama China dan India, mampu bertahan untuk tumbuh di tengah masa "kegelapan" itu.
Di tengah kekalutan masa itu, emas muncul sebagai primadona "baru tapi lama".  Disebut baru karena sebelum krisis, logam mulia itu seakan tertutup pamor investasi pasar modal seperti saham, valas, obligasi, sertifikat deposito, juga properti, dan sebagainya.
Namun, tentu saja emas bukanlah instrumen investasi kemarin sore. Sejarah mencatat, emas adalah instrumen investasi tertua dalam peradaban manusia. Jauh sebelum ada kertas bernominal yang kini disebut sebagai uang atau surat berharga, emas sudah eksis sebagai barang bernilai tinggi.
Tidak usah jauh-jauh melakukan verifikasi, coba bertanya ke kakek nenek Anda. Berani bertaruh, mereka pasti pernah membeli emas. Alih-alih menyasar kontrak derivatif emas atau skema pembelian "aneh-aneh" seperti yang merebak belakangan, nenek moyang kita umumnya membeli emas dalam bentuk yang riil, berupa emas perhiasan atau emas lantakan.
Dalam situasi turbulensi perekonomian, pamor logam mulia ini semakin melejit. Hal itu tidak lepas dari atribut emas sebagai instrumen safe haven dan alat lindung nilai (hedging).
Kandungan emas yang makin menipis di perut bumi – saat tingginya permintaan – membuat potensi kenaikan harga emas terbilang besar, dari tahun ke tahun. Nilai intrinsik yang cenderung naik inilah yang jadi kredit terpenting emas dibandingkan dengan instrumen investasi lain. Predikat itu seolah-olah menjadi pelipur lara di tengah buruknya kondisi pasar finansial global, ketika instrumen portofolio seperti saham, obligasi, deposito, bahkan instrumen riil seperti properti, hancur berantakan.
Dana-dana pemodal kakap kelas dunia, yang semula banyak diparkir pada instrumen  portofolio, mengalir keluar mencari lahan baru yang dinilai lebih aman. Emas menjadi pilihan utama bersaing dengan dollar AS, sebagai safe haven.
Selamat tinggal era bullish!
Masa honeymoon para investor dengan emas pun dimulai. Nyaris setiap hari headline media massa memuat kabar tentang rekor baru harga emas. Puncaknya, harga emas  di pasar spot menembus US$ 1.906 per ons troi, pada Agustus 2011. Di tahun itu pula, emas  bahkan sempat diperdagangkan di kisaran US$ 1.923,7 per ons troi!
Jika Anda ingat, di awal tahun 2007, ketika krisis finansial global belum menyentuh kulminasi, harga emas baru berkisar US$ 600-an per ons troi. Atau sekitar Rp 180.000-an per gram jika memakai asumsi kurs dollar AS setara Rp 9.500.
Bandingkan dengan harga emas fisik di Divisi Logam Mulia  yang pernah nyaris menembus Rp 600.000 per gram. Itu artinya, tak sampai empat tahun, harga emas sudah terbang nyaris 250%, atau lebih dari 50% kenaikannya setiap tahun.
Gegap gempita harga emas tak ayal memicu efek domino. Bukan cuma transaksi emas berjangka saja yang semarak, emas lantakan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) pun laris manis. Emas perhiasan di toko emas turut diserbu pembeli. Menyusul, muncullah skema investasi gadai emas dan "kebun emas" di perbankan. Yang termutakhir, skema investasi emas yang belakangan banyak yang bodong.
Pendek kata, euforia harga emas melahirkan kreativitas orang dalam meramu produk investasi berstempel emas. Banyak yang menuai untung berlipat di tengah melambungnya harga emas. Tak sedikit pula yang merugi akibat terjebak silau harga emas.
Dan kini, kita menyaksikan harga emas seakan-akan kehilangan elannya. Setelah memecahkan rekor tertinggi dua tahun lalu, harga emas lunglai.

Sepanjang 2011, emas melambung hingga 34%. Namun, selama 2012, logam mulia ini hanya naik 11%, dengan rata-rata harga di level US$ 1.679 per ons troi.
Memasuki kuartal kedua tahun 2013, harga emas hanya mondar-mandir di bawah harga penutupan tahun lalu. Wajar jika menuai tanya: Apakah era bullish harga emas tamat?
Jika kita melihat data historis, dalam satu dekade terakhir harga emas rata-rata naik 10%–15%  per tahun. Malah, tak sekali pula harga emas stagnan hingga cuma naik  single digit dalam setahun.
Kenaikan harga luar biasa yang terjadi beberapa tahun lalu sulit dilepaskan dari aksi spekulasi para pelaku pasar memanfaatkan sentimen perekonomian.
Predikat sebagai instrumen safe haven menjadi validasi aksi para spekulan menggoreng logam mulia ini di tengah kalutnya pasar. Permintaan emas menggila, tak diimbangi pasokan di pasar. Harga pun melambung tinggi. Sekilas, ini memang terdengar seperti dalil hukum pasar nan wajar.
Namun, jangan terkecoh, ya. Alih-alih mentransaksikan emas fisik, para spekulator itu sejatinya hanya memainkan kontrak harga emas di atas kertas belaka (paper gold price). "Harganya terlalu banyak spekulasi, sudah tidak masuk akal," komentar Leo Hadi Loe, seorang pengamat pasar emas.
Dus, harga emas yang melejit luar biasa itu sejatinya tidak riil. Kendati ujung-ujungnya menjadi rujukan harga emas fisik di pasar, namun harga kertas itu  sifatnya cenderung seperti gelembung (bubble) yang rentan pecah sewaktu-waktu.
Lantas, apakah fenomena penurunan harga emas saat ini adalah indikasi pecahnya gelembung harga emas? Boleh jadi demikian.
Satu demi satu pengelola dana kakap kelas dunia (hedge fund), ramai-ramai memangkas proyeksi harga emas mereka. Akhir Februari lalu, Goldman Sachs melansir prediksi bahwa harga emas tahun ini bakal terhenti di kisaran US$ 1.600 per ons troi. Angka itu lebih rendah dari prediksi mereka semula di harga US$ 1.810 per ons troi.
Analis Goldman seperti dikutip oleh Reuters, membeberkan, penurunan harga emas saat ini wajar dan sejalan dengan kenaikan bunga riil AS. "Itu mencerminkan kombinasi dari membaiknya data ekonomi AS, menurunnya ketidakpastian kebijakan AS, dan berkurangnya kekhawatiran krisis utang Eropa," jelas Goldman.
Dengan kata lain, masa bullish emas sejak tahun 2001 silam, berakhir. Goldman bahkan memprediksi, harga emas akan semakin terjun bebas ke kisaran US$ 1.200 per ons troi, dalam lima tahun mendatang!
Goldman tak sendiri. Hedge fund kelas kakap lain seperti BNP Paribas, Credit Suisse, Citigroup, juga menggunting proyeksi harga emas mereka. Dasar proyeksi mereka serupa: perekonomian dunia mulai pulih dan kini saatnya memutar dana pada aset lebih berisiko seperti saham atau surat utang.
Pertanyaannya, seberapa jujur prediksi itu bisa kita percayai? Faktor apa saja yang mempengaruhi pergerakan harga emas? Adakah berinvestasi emas masih menjanjikan di masa mendatang? Simak paparan para analis yang dirangkum oleh KONTAN berikut ini :
Saring informasi
Anda yang telanjur menanam banyak duit pada emas ketika harganya melambung, jelas sakit perut mendengar prediksi para hedge fund tersebut. Namun, tak perlu panik dulu apalagi putus asa.
Jauh sebelum para hedge fund itu membalik prediksi, forecaster emas kesohor dunia Jim Sinclair memperingkatkan investor terkait gelagat para hedge fund yang hendak menurunkan harga emas. Langkah itu berkaitan dengan strategi pengelolaan selisih (management spread). Yakni, profit per ons troi yang dikantongi ketika emas terjual.
Jadi, para hedge fund itu meraihnya dengan mengambil posisi jual (short) dan beli (long) sekaligus di pasar.
Bank-bank investasi itu selalu memiliki posisi short sangat besar. Mereka berkepentingan mengguyur turun harga emas untuk meraih untung. Di saat yang sama, mereka memperbanyak posisi long di emas dan suatu saat berbalik mengerek naik banderol logam mulia itu.
Moral ceritanya, jangan menelan mentah 100% paparan analis dalam memutuskan langkah investasi. Cerna dengan akal sehat dan tetap menghitung risiko pribadi. Emas tetaplah instrumen investasi yang tidak kalis dari risiko.
Leo menambahkan, agar tidak gelap mata dalam berinvestasi di logam mulia ini, ada baiknya Anda menghitung kisaran harga wajar emas, yakni dengan memperhatikan kenaikan ongkos produksi dan histori pertumbuhan harga.
Dekade 1990-an hingga tahun 2000 awal, harga emas awet di bawah US$ 300 per ons troi.  "Ongkos produksinya tidak jauh dari itu," kata Leo. Menurutnya, sulit dicerna akal sehat jika ongkos produksi emas turut melejit segila harganya saat ini.
Cermati indikator
Meski kerap diayun spekulan yang menumpang isu makroekonomi, mencermati faktor-faktor penggerak harga emas mutlak Anda lakukan jika tak ingin terpeleset licinnya emas.
Selalu ingat kecenderungan emas sebagai safe haven. Harga emas akan cenderung melejit di saat situasi perekonomian tak menentu. Namun, ingatlah, status itu cuma sementara.
Begitu perekonomian pulih, hampir pasti harga emas kembali turun karena para pemodal mengalihkan asetnya ke instrumen berisiko. Jangan sampai Anda kebagian "cuci piring" karena salah memilih timing berinvestasi emas. "Perekonomian AS mulai pulih, indikasi dollar makin menguat," kata Ibrahim, analis Harvest International Futures.
Pergerakan harga emas berkebalikan arah dengan dollar AS. Saat dollar AS menguat, emas biasanya turun. Begitu juga sebaliknya. Meski Eropa masih meriang, emas jauh lebih sensitif terhadap dollar AS dan kebijakan bank sentral Negeri Paman Sam itu.
Tetap menjanjikan
Harga emas kini memang kurang greget, tapi tak berarti investasi Anda sia-sia. Bagi Anda yang sudah membeli di harga mahal, tak perlu gegabah menjual. Simpan saja emas Anda sebagai bagian dari dana darurat. Para analis meyakini, harga emas berpeluang bangkit di masa depan. "Butuh waktu minimal tiga hingga lima tahun bagi emas untuk kembali bangkit," kata Ariston Tjendra, analis Monex Investindo.
Emas sejatinya cuma cocok menjadi investasi jangka panjang! Sedang bagi Anda yang berniat mengoleksi emas, tahan dulu rencana Anda. Ariston menilai, saat ini risiko penurunan harga emas masih besar. Jika emas terpuruk di level US$ 1.520, kejatuhannya akan berlanjut hingga ke  US$ 1.430 per ons troi. Pada perdagangan Selasa (16/4), harga emas di New York sempat nyungsep jauh hingga ke level US$ 1.321 per ons troi!
Ibrahim memprediksi, sepanjang tahun ini harga emas akan berkisar di rentang US$ 1.520– US$ 1.750 per ons troi. Jika ingin memanfaatkan fluktuasi harga, Anda bisa menimbang trading di pasar berjangka. Namun, jika Anda tipikal konservatif, strategi berinvestasi emas seperti nenek kita dahulu, mungkin menjadi pilihan yang lebih menenangkan.| sumber: kontan.co.id

http://www.atjehpost.com/meukat_read/2013/04/17/48312/18/7/Masa-keemasan-emas-telah-berakhir#sthash.ITvEqb1Q.dpuf

Minggu, 24 Maret 2013

Rumah Ulama Besar Aceh Tgk M Hasan Krueng Kalee




Tak terlihat seorangpun di sekeliling rumah adat Aceh beratap rumbia itu, hanya beberapa helai pakaian tergantung di tali jemuran yang diikat di tiang ruma dan masih kokoh sebelah kiri tangga. Sebatang Jeumpa Puteh ukuran besar berdaun lebat tumbuh di halaman rumah yang dindingnya sudah mulai keropos pertanda rumah itu sudah terbilang tua.
Ukiran tangan motif khas Aceh dan tulisan arab begitu kental di tulak angen sebelah barat dan timur rumah. Tiga anak tangga dari semen mengawali enam anak tangga kayu yang membawa kita ke pintu rumah sebelah utara, sekitar empat meter sebelah selatan juga ada satu pintu lainnya, sayang kedua pintu itu tertutup.
 bawah Jeumpa Puteh, semerbak harumnya langsung menusuk hidungku begitu kakiku menginjak tanah yang masih dalam halaman rumah kayu itu, di waktu yang sama mataku tertuju ke seluruh area dan konstruksi rumah ulama besar Aceh, ia juga guru serta pemimpin bagi Aceh pada masanya.
Di rumah itulah Tgk Muhammad Hasan Krueng Kalee menjalani kesehariannya. Dalam buku Teungku Haji Muhammad Hasan Krueng Kalee (1886-1973) yang ditulis oleh Mutia Fahmi Razali, Muhammad Faisal Sanusi dan Qusaiyen aly As Su’udi terbitan Yayasan Darul Ihsan Tgk H Hasan Krueng Kalee tahun 2010, rutinitas Abu (sebutan ulama di Aceh) dimulai dengan bangun pagi dan shalat Subuh berjamaah di bale dayah, lalu beliau turun ke bale sendiri. Disana Abu  membaca wirid sendirian, selesai dari sana beliau pulang ke rumah untuk sarapan.
Sekitar jam 8 Abu kembali ke dayah hingga menjelang shalat Dhuhur, selesai shalat Dhuhur Abu kembali ke rumah untuk makan siang dikawal oleh ajudannya, diantara yang pernah menjadi ajudannya adalah Tgk Sulaiman Lamteuba, Tgk Yunus Hamzah Jeunieb dan Tgk Daud Zamzami.
Setelah shalat magrib yang diimami olehnya, Abu kembali ke bale sendiri dan membaca wirid, setelah itu Abu kembali ke rumah dan terkadang menerima tamu, Begitulah rutinitas Abu antara rumah dan dayah dalam keseharian normalnya.
Dalam hati aku mengucapkan Assalamualaikum begitu menggerakkan kakiku menuju arah rumah yang berjarak 15 langkah dari tempatku berhenti. Beberapa kali aku mengamati secara dekat rumah itu, aku lalu lalang dari utara ke arah timur, sesekali menengadah ke atap paling tinggi rumah Abu.
Selain rumah induk yang ditopang 16 tiang penyangga utama berdiameter dua puluh centimeter dan tiga tiang lebih kecil dari tiang utama, di belakang rumah induk masih dua ruangan lagi yang dibangun sejajar dari sisi timur dan barat rumah induk, keduanya dalam kondisi tidak terpakai lagi.
Matahari sudah melewati kepalaku, udara sekitar kurasa panas, rumput dan tanaman liar di sekeliling rumah Abu ada yang sudah menguning karena terbakar matahari, banyak lainnya yang sudah mati. Di bawah lantai rumah Abu tanahnya kuning, jarak antara lantai rumah induk dan tanah mencapai 1,5 meter lebih dan tak ada sehelai daunpun kulihat disana, apalagi sampah lainnya.
Plat seng seukuran 20×20 meter ditempel di sisi kanan tangga, di plat tersebut tertulis No.11 sebagai tanda nomor rumah dan terletak di lingkungan adat, Gampong Siem, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar.
Kini rumah almarhum ulama besar Aceh yang sudah mencapai taraf Ma’rifatullah itu seperti luput dari perhatian, dari tanda-tanda di luar rumah yang teramati juga ada meteran PLN masih aktif. Dari keterangan, rumah itu kini dihuni oleh garis keturunan keluarga Abu.
Masih dalam halaman rumah Abu, di sebelah timur laut satu bangunan lapuk ukuran 2×2,5 meter berdiri disana, kertas dan barang bekas   penuh debu tertumpuk sembarangan. Dari penglihatanku di sekeliling rumah Abu, jelas halamannya kini tidak terawat dengan baik dan terkesan seperti tidak berpenghuni lagi.
Rumah yang pernah ditinggali oleh ulama besar Aceh itu hanya berjarak lebih kurang 100 meter dari Dayah Darul Ihsan generasi kedua, sebelumnya dayah tersebut sempat terhenti setelah Abu Krueng Kalee wafat, kini dayah tersebut kembali diaktifkan oleh keluarga Tgk Muhammad Hasan Krueng Kalee.
Sekitar dua puluh menit aku disana tanpa ditemani seorangpun, setelahnya aku kembali pulang dan berharap rumah ulama besar Aceh tersebut dapat dipugar kembali agar generasi dapat menyaksikan nilai dan bukti sejarah yang masih ada.

Senin, 26 November 2012

Pemerintah Aceh Tutup 17 Gereja

Doto Zaini Abdullah ( Gubernur Atjeh )
Kabar ACEH
Sejak Di Lantik Menjadi Gubernur Aceh 2012-2017, Pemerintah Aceh Tutup 17 Gereja

* Aceh (Indonesia) Di Laporkan ke Lembaga Hak Asasi Manusia PBB, dan Indonesia dimasukkan sebagai negara yang melanggar HAM

Komentar Anda ?

Eks Petinggi GAM (Gerakan Aceh Merdeka) pemenang pemilukada di Aceh, secara mutlak, lebih 60 persen, usai dilantik oleh Mendagri, membuat gebrakan dengan menutup 17 gereja di Aceh yang dianggap ilegal dan tidak sesuai ketentuan. Keputusan Zaini Abdullah ini, tak urung membuat berang para pemimpin gereja.

Sebelumnya, pihak gereja telah mengadukan Indonesia ke Lembaga Hak Asasi Manusia PBB, dan Indonesia dimasukkan sebagai negara yang melanggar HAM, karena menghalang-halangi berdirinya gereja, dan membuat kebijakan yang sangat bertentangan dengan HAM, seperti adanya SKB Tiga Menteri, yang membuat persyaratan pendirian gereja di Indonesia, serta melarang gereja Yasmin di Bogor.

Memang, gereja di Indonesia kenyataannya, "Bak jamur di musim hujan", gereja tumbuh dengan sangat pesat. Melampui jumlah masjid yang merupakan tempat ibadah kaum muslim di Indonesia. Berdasarkan laporan hasil penelitian Litbang Kementerian Agama, pertumbuhan gereja di Indonesia lebih 200% (persen) setiap tahunnya.

Sementara itu, Gubernur Aceh Zaini Abdullah, tetap membela keputusannya yang menutup 17 gereja yang ada di wilayah hukum Aceh. Zaini Abdullah mengaku tidak gentar menghadapi serangan oleh kalangan HAM dan pihak gereja yang meradang dengan keputusan penutusan 17 gereja itu.

Ini langkah yang sesuai dengan prosedur yang dijalankan oleh Zaini Abdullah, selaku penguasa di Aceh. Zaini menilai, sejumlah pihak gereja banyak mendirikan rumah ibadah tanpa memperhatikan kondisi kearifan masyarakat Aceh dan kriteria yang ada.

"Padahal itu tidak jadi persoalan kalau semua pihak berjalan di atas rel (jalur). Ternyata mereka-mereka ini membikin (gereja) tanpa melihat kriteria, syarat-syaratnya bikin," ujar Gubernur Aceh Zaini Abdullah, usai diterima SBY di Kantor Presiden, Jakarta,

Namun persoalan ini menjadi besar, kata Zaini, karena banyak pihak yang tidak mengetahui permasalahan ini turut berbicara dan membuat kondisi semakin rumit. "Saya kira itu hal yang di blow up pihak-pihak tertentu, tapi itu sudah terkelola semua," katanya.

Sementara itu, kelompok HAM di Aceh, mulai mempermasalahkan adanya Qanun (undang-undang), yang bermuatan peraturan-peraturan yang bersumber dari Syariat Islam, terkait dengan masalah hukum.

Zaini menegaskan, masyarakat Aceh sangat bertoleransi tinggi terhadap beragam kepercayaan. Penutupan rumah ibadah di Aceh dilakukan karena menyalahi ketentuan yang berlaku. "Rakyat Aceh itu rakyat yang beragama, toleransi terhadap segala agama apa pun," kata dia

Minggu, 04 Maret 2012

TNI Ketakutan Kepada pengadilan HAM & KKR Untuk Aceh Sehingga Kewajiban INDONESIA Utk ACEH Tidak semua dilakukan dengan Ikhlas




TNI


oleh Oposisi Rektorat Unimal pada 26 April 2011 jam 1:09
Pang5 TNI Jend Endriartono S: Kami berharap agar semua pihak di Aceh termasuk GAM untuk tidak mengungkit kesalahan masa lalu. Smua pihak diminta untuk menatap masa depan agar masyarakat Aceh dapat membangun kembali daerahnya. Kalau memakai asas retroaktif, dalam situasi seperti itu smua pihak melakukan hal yang sama

Kita juga punya bukti tentang kuburan massal korban kekerasan GAM. Untuk itu, kalau masa lalu di Aceh terus dibicarakan, persoalan di sana tdk akan kunjung selesai. Apalagi di satu sisi, seluruh elemen masyarakat ingin membangun kembali agar dapat hidup normal

"DAMAI ITU INDAH"

Benny K. Harman, Anggota Komisi III Fraksi Partai Demokrat DPR: MoU antara RI-GAM merupakan titik awal dibentuknya negara federal di Indonesia. Sebab, isi MoU tersebut akan menjadi preseden buruk bagi daerah-daerah lain untuk menuntut hak yang sama. Sadar atau tidak sadar pemerintah sebenarnya mulai membentuk negara federal. Kiki Syahnakri, Mantan Wakil KSAD: Sebagai prajurit saya merasakan MoU ini sangat menyakitkan. GAM yang separatis dapat tanah tiga hektar dan jaminan sosial, sementara TNI dapat apa?

Banyak tentara yang gugur, kehilangan kaki dan tangan, tapi keluarganya dapat apa? Malah akan diajukan ke pengadilan HAM, makanya saya akan lawan. Trimedya Panjaitan, Anggota Komisi III F-PDIP DPR: MoU melanggar UUD 1945 dan 20 UU Indonesia lainnya. Misalnya poin 1.1.2 huruf c melanggar pasal 26 ayat (1) huruf a, UU No 22/2003 tentang Susunan dan Kedudukan MPR, DPR, DPD, dan DPRD.

Lalu poin 1.1.5, melanggar pasal 36 UUD 1945 khususnya tentang bendera. Masalah ini malah lebih dari negara federal, sebab negara federal di Amerika Serikat saja tidak memiliki bendera sendiri. Lalu, masalah partai lokal melanggar UU No 31/2002 tentang Partai Politik,poin 1.3.1 melanggar UU No 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah, poin 1.3.4 melanggar UU no 18/2001 tentang Otonomi Khusus NAD.

Sabtu, 28 Januari 2012

Source Atjeh

Minggu Pagi, Partai Aceh dan KPA Gelar Pertemuan di Meuligoe Wali Nanggroe




Source : Atjeh Post

BANDA ACEH - Partai Aceh akan menggelar pertemuan yang dihadiri oleh pasangan kandidat Gubernur-Wakil Gubernur dan para calon bupati dan wakil bupati yang diusungnya. Acara ini akan berlangsung di Meuligoe Wali Naggroe, Lamteumen,  Banda Aceh, Minggu 29 Januari 2012.

“Dalam pertemuan ini juga akan hadir elit Partai Aceh dan seluruh jajaran pimpinan KPA se-Aceh," kata Kautsar, Sekretaris Pemenangan pasangan Zaini Abdullah-Muzakkir Manaf, kandidat Gubernur-Wakil Gubernur Aceh yang diusung Partai Aceh.

Kautsar melanjutkan, “pertemuan ini digelar khusus untuk mensingkronkan kerja-kerja pemenangan kandidat dari Partai Aceh, sehingga terarah dan terkomando dari pusat sampai ke setiap TPS-TPS di pelosok Gampong”.

Selain itu menurut Kautsar, dalam pertemuan ini juga akan dibicarakan hari “H” deklarasi Pilkada damai bersama seluruh calon kandidat dari Partai Aceh di Banda Aceh.

Dia menambahkan, pertemuan itu akan dilakukan secara besar-besaran dengan mengundang seluruh pendukung semua pasangan kandidat dari PA untuk sama-sama hadir di Banda Aceh”.

“Pertemuan ini juga akan mendiskusikan sikap partai dan organisasi menghadapi kemungkinan adanya upaya politicking jadwal penjoblosan Pilkada,” ujar Kautsar. []