![]() |
| Anggeta GEMPA |
Pilkada merupakan cara yang demokratis untuk memilih pimpinan yang baik dan berkualitas. Tentu saja dilakukan dengan cara
yang baik dan sportif, tidak menghalalkan segalacara dalam meraih
kekuasaan. Pemimpinan yang baik, bermoral dan religius akan
mensejahterakan rakyat, bangsa dan negara.
Menurut teori politik, meraih kekuasaan dengan menghalalkan segala cara merupakan cara yang dikembangkan oleh Machiavelli. Machiavelli menyatakan bahwa kekuasaan harus diperoleh dan mempertahankan dengan segala cara, termasuk cara-cara yang melanggar moralitas dan agama. Kekuasaan tidak ada kaitannya dengan etik dan moral.
Pertanyaannya, apakah politik di Aceh meniru cara-cara Machiavelli dalam memperoleh kekuasaan? Tentu tidak mau cara yang tidak baik dilakukan oleh calon pemimpin maupun penguasa. Masyarakat Aceh adalah bangsa yang masih memegang nilai luhur bangsa yang mempunyai moral Agama, bukan bangsa barat yang semuanya didasarkan dengan rasionalitas tanpa mempertimbangkan nilai-nilai moral dan agama.
Menurut teori politik, meraih kekuasaan dengan menghalalkan segala cara merupakan cara yang dikembangkan oleh Machiavelli. Machiavelli menyatakan bahwa kekuasaan harus diperoleh dan mempertahankan dengan segala cara, termasuk cara-cara yang melanggar moralitas dan agama. Kekuasaan tidak ada kaitannya dengan etik dan moral.
Pertanyaannya, apakah politik di Aceh meniru cara-cara Machiavelli dalam memperoleh kekuasaan? Tentu tidak mau cara yang tidak baik dilakukan oleh calon pemimpin maupun penguasa. Masyarakat Aceh adalah bangsa yang masih memegang nilai luhur bangsa yang mempunyai moral Agama, bukan bangsa barat yang semuanya didasarkan dengan rasionalitas tanpa mempertimbangkan nilai-nilai moral dan agama.
Kita sangat setuju dalam
meraih kekuasaan harus dengan cara yang baik, santun dan bermoral. kita
menyesalkan banyaknya fitnah dan black campaign terhadap Calon lawan dan pada masa kampanye pemilihan.
Kita meminta para pendukung calonnya masing-masing pada saat kompanye tidak mengikuti cara-cara
kampanye yang tidak terpuji, tidak berahlak dan tidak berbudi pekerti
itu. Kita
prihatin. kita juga memohon kepada Tuhan untuk memberikan hidayah kepada
orang-orang seperti itu supaya berhenti melakukan fitnah, melakukan
black campaign, menyebarkan kabar bohong, meracuni ahlak, etika dan
kehidupan politik. berharap kepada para pendukungnya untuk tidak
mengikuti cara-cara seperti itu karena berdosa pada Tuhan, demokrasi dan
rakyat.
Kita berharap bahwa tidak mulia mencapai
tujuan dengan menghalalkan segala cara. Namun sampaikan kepada rakyat
itu tidak benar, itu bohong. Menyerang, melecehkan, menyebar kabar bohong, agama diputarbalikkan. Meminta kepada
seluruh pendukungnya untuk tetap berjuang dengan langkah politik yang
lurus politik, bersih, cerdas dan santun.
Kita berharap kepada
semua calon Gubernur / wakil Gubernur dan Bupati/Wakil Bupati, beserta tim suksesnya
masing-masing dalam melakukan kampanye atau meraih kemenangan tidak
melakukan cara-cara yang diajarkan Machiavelli tersebut. Cara tersebut
tidak sesuai budaya kita khususnya budaya bangsa Aceh yang
terkenal baik dan ramah sejak dulu kala.
Mari kita jauhi hal-hal yang buruk, kekerasan dan perilaku yang anarkhis dalam berdemokrasi. Kepada masyarakat Aceh, mari kita pilih pemimpin yang baik, amanah demi kemakmuran dan kejayaan bangsa Aceh di masa yang akan datang.
kita juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Aceh,kita dukung calon pemimpin Aceh kedepan yang menjungjung tinggi perdamaian MoU Helsinky dan menjalankan UUPA sesuai dengan keinginan masyarakat Aceh.
Gerakan Mahasiswa Pase
06 Maret 2012
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar