Senin, 05 Maret 2012

Politik Yang Baik


Anggeta GEMPA


Pilkada merupakan cara yang demokratis untuk memilih pimpinan  yang baik dan berkualitas. Tentu saja dilakukan dengan cara yang baik dan sportif, tidak menghalalkan segalacara dalam meraih kekuasaan. Pemimpinan yang baik, bermoral dan religius akan mensejahterakan rakyat, bangsa dan negara.

Menurut teori politik, meraih kekuasaan dengan menghalalkan segala cara merupakan cara yang dikembangkan oleh Machiavelli. Machiavelli menyatakan bahwa kekuasaan harus diperoleh dan mempertahankan dengan segala cara, termasuk cara-cara yang melanggar moralitas dan agama. Kekuasaan tidak ada kaitannya dengan etik dan moral.

Pertanyaannya, apakah politik di Aceh meniru cara-cara Machiavelli dalam memperoleh kekuasaan? Tentu tidak mau cara yang tidak baik dilakukan oleh calon pemimpin maupun penguasa. Masyarakat Aceh adalah bangsa  yang masih memegang nilai luhur bangsa yang mempunyai moral Agama, bukan bangsa barat yang semuanya didasarkan dengan rasionalitas tanpa mempertimbangkan nilai-nilai moral dan agama.
Kita sangat setuju dalam meraih kekuasaan harus dengan cara yang baik, santun dan bermoral. kita menyesalkan banyaknya fitnah dan black campaign terhadap Calon lawan  dan  pada masa kampanye pemilihan.

Kita meminta para pendukung calonnya masing-masing pada saat kompanye tidak mengikuti cara-cara kampanye yang tidak terpuji, tidak berahlak dan tidak berbudi pekerti itu. Kita prihatin. kita juga  memohon kepada Tuhan untuk memberikan hidayah kepada orang-orang seperti itu supaya berhenti melakukan fitnah, melakukan black campaign, menyebarkan kabar bohong, meracuni ahlak, etika dan kehidupan politik. berharap kepada para pendukungnya untuk tidak mengikuti cara-cara seperti itu karena berdosa pada Tuhan, demokrasi dan rakyat.
Kita berharap bahwa tidak mulia mencapai tujuan dengan menghalalkan segala cara. Namun sampaikan kepada rakyat itu tidak benar, itu bohong. Menyerang, melecehkan, menyebar kabar bohong, agama diputarbalikkan. Meminta kepada seluruh pendukungnya untuk tetap berjuang dengan langkah politik yang lurus politik, bersih, cerdas dan santun.
Kita berharap kepada semua calon Gubernur / wakil Gubernur dan Bupati/Wakil Bupati, beserta tim suksesnya masing-masing dalam melakukan kampanye atau meraih kemenangan tidak melakukan cara-cara yang diajarkan Machiavelli tersebut. Cara tersebut tidak sesuai budaya kita khususnya budaya bangsa Aceh yang terkenal baik dan ramah sejak dulu kala.

Mari kita jauhi hal-hal yang buruk, kekerasan dan perilaku yang anarkhis dalam berdemokrasi. Kepada masyarakat Aceh, mari kita pilih pemimpin yang baik, amanah demi kemakmuran dan kejayaan bangsa Aceh di masa yang akan datang.

kita juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Aceh,kita dukung calon pemimpin Aceh kedepan yang menjungjung tinggi perdamaian MoU Helsinky dan menjalankan UUPA sesuai dengan keinginan masyarakat Aceh.

Gerakan Mahasiswa Pase
06 Maret 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar