Selasa, 31 Januari 2012

Penusukan Dipicu Dualisme Kepemimpinan LMP

INFORMASI dihimpun Serambi, Senin (30/1), insiden pembacokan yang menimpa seorang anggota Laskar Merah Putih (LMP) yang terjadi saat kunjungan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf ke Takengon, Minggu (29/1) disebabkan adanya dualisme kepemimpinan Markas Daerah (Mada) LMP Provinsi Aceh.

Korban, Win Suhardi (34) merupakan anggota LMP Aceh di bawah kepemimpinan Hamzahtun MR yang mengaku sebagai Ketua Mada LMP Aceh di bawah kepemimpinan Ketua LMP Pusat H Adek Erfil Manurung SH.

Sedangkan Drs Rizalihady juga mengaku Ketua LMP Aceh di bawah kepemimpinan Edi Hartawan yang sudah meninggal dunia. Keduanya saling mengklaim sebagai Ketua Mada LMP Aceh yang sah.

Ketua LMP Aceh, Drs Rizalihady, Senin (30/1) mengatakan, organisasi LMP Aceh yang sah adalah di bawah kepemimpian Rizalihady yang dilantik oleh Edi Hartawan (almarhum) pada bulan April 2010 di Gedung Olah Seni (GOS) Takengon.

Pascameninggalnya Edi Hartawan, kata Rizalihady, organisasi LMP yang diakui di daerah-daerah masih eksis di bawah Edi Hartawan. Ia pun mengaku tidak mengenal Win Suhardi yang menggunakan baju seragam LMP saat kedatangan Irwandi Yusuf  ke Takengon, Minggu (29/1).

“Saya sangat menyesal terhadap insiden pembacokan yang menimpa Win Suhardi, semua itu terjadi di luar perkiraan kami sebagai panitia acara tesebut. Semuanya kami serahkan kepada pihak polisi untuk proses hukum,” ujar Rizalihady.           

Sepeninggalnya Edi Hartawan, kata Rizalihady, tidak ada pelantikan kepengurusan LMP di Provinsi Aceh sebelum terpilihnya Ketua Markas Besar (Maba) LMP Pusat menggantikan Edi Hartawan. Untuk memilih Ketua Umum Maba LMP Pusat, kata Rizalihady, maka akan digelar Musyawarah Besar (Mubes) guna memilih ketua dan kepengurusan Maba LMP Pusat.

Di pihak lain, Hamzahtun MR, sangat menyayangkan insiden berdarah yang terjadi di depan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf. Menurut dia, peristiwa itu terjadi karena Irwadi Yusuf telah salah merekrut tim sukses (timses) dan tidak mengecek keabsahan kepengurusan LMP Aceh di bawah kepimpinan Drs Rizalhady.

Menurut Hamzahtun, kepengurusan LMP Aceh di bawah Drs Rizalihady sudah dibekukan oleh Markas Besar LMP Pusat beberapa waktu lalu. “Pak Irwandi Yusuf telah salah minum obat, sehingga memilih timses yang salah,” kata dia.

Hamzahtun mengatakan, ia diberikan mandat khusus oleh Dewan Pendiri Forum Bersama Laskar Merah Putih Pusat dan membekukan Markas Daerah FB LMP Aceh di bawah kempimpinan Drs Rizalihady tanggal 30 Juni 2011 di Jakarta. Surat Mandat Khusus oleh Ketua Dewan Pembina Merangkap Anggota Dewan Pendiri Forum Bersama LMP Pusat Drs Helwi Hengkengbala.

Kemudian kepengurusan FB Mada Aceh LMP Aceh dibawah Kepemimpinan Hamzahtun MR dikuatkan dengan Surat Keputusan (SK) Markas Besar FB LMP Pusat tanggal 8 Oktober 2011 di bawah kepemimpinan H Adek Erfil Manurung SH. Hamzahtun mengaku, Win Suhardi yang menjadi korban pembacokan adalah anggota Laskar Merah Putih di bawah kepemimpinannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar