INFORMASI dihimpun Serambi, Senin (30/1), insiden pembacokan yang
menimpa seorang anggota Laskar Merah Putih (LMP) yang terjadi saat
kunjungan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf ke Takengon, Minggu (29/1)
disebabkan adanya dualisme kepemimpinan Markas Daerah (Mada) LMP
Provinsi Aceh.
Korban, Win Suhardi (34) merupakan anggota LMP
Aceh di bawah kepemimpinan Hamzahtun MR yang mengaku sebagai Ketua Mada
LMP Aceh di bawah kepemimpinan Ketua LMP Pusat H Adek Erfil Manurung SH.
Sedangkan Drs Rizalihady juga mengaku Ketua LMP Aceh di bawah
kepemimpinan Edi Hartawan yang sudah meninggal dunia. Keduanya saling
mengklaim sebagai Ketua Mada LMP Aceh yang sah.
Ketua LMP Aceh,
Drs Rizalihady, Senin (30/1) mengatakan, organisasi LMP Aceh yang sah
adalah di bawah kepemimpian Rizalihady yang dilantik oleh Edi Hartawan
(almarhum) pada bulan April 2010 di Gedung Olah Seni (GOS) Takengon.
Pascameninggalnya
Edi Hartawan, kata Rizalihady, organisasi LMP yang diakui di
daerah-daerah masih eksis di bawah Edi Hartawan. Ia pun mengaku tidak
mengenal Win Suhardi yang menggunakan baju seragam LMP saat kedatangan
Irwandi Yusuf ke Takengon, Minggu (29/1).
“Saya sangat menyesal
terhadap insiden pembacokan yang menimpa Win Suhardi, semua itu terjadi
di luar perkiraan kami sebagai panitia acara tesebut. Semuanya kami
serahkan kepada pihak polisi untuk proses hukum,” ujar
Rizalihady.
Sepeninggalnya Edi Hartawan, kata
Rizalihady, tidak ada pelantikan kepengurusan LMP di Provinsi Aceh
sebelum terpilihnya Ketua Markas Besar (Maba) LMP Pusat menggantikan Edi
Hartawan. Untuk memilih Ketua Umum Maba LMP Pusat, kata Rizalihady,
maka akan digelar Musyawarah Besar (Mubes) guna memilih ketua dan
kepengurusan Maba LMP Pusat.
Di pihak lain, Hamzahtun MR, sangat
menyayangkan insiden berdarah yang terjadi di depan Gubernur Aceh
Irwandi Yusuf. Menurut dia, peristiwa itu terjadi karena Irwadi Yusuf
telah salah merekrut tim sukses (timses) dan tidak mengecek keabsahan
kepengurusan LMP Aceh di bawah kepimpinan Drs Rizalhady.
Menurut
Hamzahtun, kepengurusan LMP Aceh di bawah Drs Rizalihady sudah
dibekukan oleh Markas Besar LMP Pusat beberapa waktu lalu. “Pak Irwandi
Yusuf telah salah minum obat, sehingga memilih timses yang salah,” kata
dia.
Hamzahtun mengatakan, ia diberikan mandat khusus oleh
Dewan Pendiri Forum Bersama Laskar Merah Putih Pusat dan membekukan
Markas Daerah FB LMP Aceh di bawah kempimpinan Drs Rizalihady tanggal 30
Juni 2011 di Jakarta. Surat Mandat Khusus oleh Ketua Dewan Pembina
Merangkap Anggota Dewan Pendiri Forum Bersama LMP Pusat Drs Helwi
Hengkengbala.
Kemudian kepengurusan FB Mada Aceh LMP Aceh
dibawah Kepemimpinan Hamzahtun MR dikuatkan dengan Surat Keputusan (SK)
Markas Besar FB LMP Pusat tanggal 8 Oktober 2011 di bawah kepemimpinan H
Adek Erfil Manurung SH. Hamzahtun mengaku, Win Suhardi yang menjadi
korban pembacokan adalah anggota Laskar Merah Putih di bawah
kepemimpinannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar