Senin, 30 Januari 2012

GEMPA Sosialisasi MoU, buka puasa dan shalat terawih bersama masyarakat Gamppong Kecamatan Nisam,

GEMPA buka puasa  dan shalat terawih bersama masyarakat Gamppong Peunayan Kecamatan Nisam,

Gerakan Mahasiswa Pase ( GEMPA ) ,Minggu (21/8) malam Menghadiri buka puasa  dan shalat terawih bersama masyarakat Gamppong Peunayan Kecamatan Nisam,M. Adnan Selaku Ketua GEMPA dan di dampingi Sekretaris jendral (Sekjen) GEMPA  Karimuddin mengatakan sangat senang dengan adanya undangan dari geuchik Gampong Peunayan saya dan kawan-kawan di sambut dengan baik oleh masyarakat setempat,kami juga di beri kesempatan oleh Geuchik Gampong Peunayan untuk memberi arahan tentang MoU Helsinki  dan UUPA, M.Adnan mengatakan dalam ceramah singkat nya MoU helsinki  kesepakatan perdamaian GAM-RI adalah Resolusi komflik yang terjadi di aceh selama 32 tahun jadi jangan ada satu pihakpun yang mengganggu perdamaian yang sekarang sudah sampai 6 tahun dan M. Adnan juga mengatakan MoU bukanlah milik GAM/KPA atau PA meskipun selama ini kita melihat hanya merekalah yang melakukan sosialisasi MoU Helsinki dan hanya PA/KPA yang selalu merefleksi arti perdamaian, tapi MoU adalah milik rakyat aceh yang  harus kita jaga sama-sama apabila ada sekelompok manusia yang ingin mengacaukan perdamaian kita anggap merekalah musuh kita bersama, sedangkan UUPA adalah amanah dari MoU sebagai landasan hukum bagi rakyat aceh,yang sekarang terjadi permasalahan kekeliruan,MK hari telah menciptakan konflik lagi di aceh,buktinya mengamputasikan pasal 256 UUPA,bukan malah mengiplementasikan yang belum terjalankan malah yang sudah ada dieleminasikan apa itu namanya merakyat padahal itu hanya kepentingan individual bukan permintaan rakyat.
Menyikapi masalah Pemilukada Aceh, Sekjen GEMPA Karimuddin berpendapat bahwa Mahkamah Konstitusi (MK) telah melakukan kekeliruan. MK dalam membuat keputusan sangat pragmatis, tanpa mengiraukan apakah keputusan itu kelak akan bermasalah atau tidak, sehingga terkesan ada kepentingan politik atau kepentingan pihak tertentu.
Karimuddin Sekjen GEMPA juga mengatakan mereka akan selalu mensosialisasikan MoU Helsinki dan UUPA ke pelosok-pelosok Gampong agar masyarakat di Gampong-gampong  lebih tau tentang MoU Helsinki dan UUPA.perdamaian ini mesti dijaga dan dirawat agar terlaksana seutuhnya,banyak pengorbanan nyawa dan harta benda telah rakyat berikan dan matabat tanah indatu untuk cerai dengan indonesia ini yang mengakibatkan terjadinya konflik selama 32 tahun,jadi kita meminta kepada seluruh Rakyat Aceh mari kita sama-sama menjaga perdamaian ini yang sudah sampai 6 tahun agar  jangan ada pihak-pihak yang ingin mengacaukan perdamaian.
Kami juga mendapatkan undangan-undangan dari Gampong-gampong di kecamatan nisan seperti Gampong Peunayan,gampong Tiengkeum,Gampong Alue dan gampong-gampong lain se kecamatan Nisam.dengan adanya silahtu rahmi seperti ini kita mendapatkan bayak hal seperti kuatnya adat istiadat setempat yang memuliakan tamu,karna bagi mereka tamu adalah raja,bayangkan mulia mereka,saya sangat senang dan bangga kami sangat diartikan oleh masyarakat di sana.kata M Adnan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar