Senin, 30 Januari 2012

POLISI - PT SATYA AGUNG HARUS TANGGUNGJAWAB

POLISI - PT SATYA AGUNG HARUS TANGGUNGJAWAB
Senin, 14 Juni 2010


SIMPANG KRAMAT-Atas tewasnya Raden (25) asal Kabupaten Aceh Timur, Kamis (10/6) lalu, di Desa Meunasah Dayah, Simpang Kramat, Aceh Utara, yang ditembak aparat keamanan, terus menuai kritikan pedas. Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Pase, Tgk Zulkarnaini Hamzah, meminta aparat kepolisian dan PT Satya Agung harus bertanggung jawab.

“Ada kejanggalan dalam peristiwa penembakan terhadap korban. Polisi dan PT Satya Agung harus bertanggung jawab dalam kasus ini,”ujar Tgk Zulkarnaini, saat ditemui Metro Aceh kemarin. Pria disapa Tgk Ni ini mengungkapkan, dalam kasus penembakan terkesan jika intitusi Polri terlalu mudah menghilangkan nyawa seseorang, tanpa melihat persoalan sebenarnya.

Apalagi senjata dipergunakan adalah senjata tempur. Sementara dalam kejadian kemarin, belum tentu korban adalah pelaku pencurian.“Kalaupun benar memang korban mencuri, apa harus dihilangkan nyawanya dengan mudah. Apakah ini memang aturan polisi,” tanya Ketua KPA Pase sembari menyesalkan insiden.ini.

Sementara itu Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Pase (GEMPA) dan Gerakan Pemuda Samudera Pase (Gepesapa), Tgk Sulaiman Lw, mengutuk keras atas penembakan yang dilakukan oleh personil Polri setempat terhadap warga sipil yang tidak bersenjata diluar areal perkebunan karet milik PT Satya Agung.

“Penembakan jelas menampakkan sikap tidak profesionalnya personil Polri, ketika menjalankan tugas dalam menangani suatu kasus di lapangan.Korban hanya dituduh mencuri karet, tidak bisa semena-mena langsung dihakimi dengan timah panas hingga tewas,” ungkapnya.

Pihak Polri lanjut dia, harus menyingkapi dengan serius, karena Negara Indonesia masih berlaku hukum sesuai dengan perundang-undangan, bukan main hakim sendiri. Selanjutnya tindakan yang harus dikenakan terhadap personil Polri adalah harus berupa tindakan hukuman tegas.

“Kehadiran para personil Polri di Aceh paska damai seharusnya berperan untuk turut serta berganding bahu dengan berbagai elemen masyarakat menelihara perdamaian, bukan memanfaatkannya dengan berlagak seperti ganster,” terang Sulaiman.(msi- ngutip rakyataceh.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar